Marc Marquez Menang di Hongaria, Bezzecchi dan Martin Apes!
MotoGP 2026 kembali berlanjut setelah jeda sepekan. Kali ini, kita berada pada seri ke-8 yang berlangsung di Sirkuit Balaton Park, Hongaria.
Seri ini akan menjadi ajang pembuktian bagi pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez untuk bisa menang di tengah kondisi cedera bahu kanan yang belum sembuh. Apalagi, ia juga sama sekali belum finis podium sejak Motegi 2025.
Dominasi Marc sudah terlihat sejak FP1. Tren itu berlanjut hingga babak kualifikasi dan sprint kemarin, dimana pria 33 tahun itu mencetak pole dan kemenangan sprint. Ya, begitulah karena Balaton Park memang sirkuit bertipe anti-clockwise sehingga banyak orang yang menyebut sirkuit ini sebagai 'Balaton Marc', bukan Balaton Park.
Dan di balapan kali ini, Marc akan didampingi oleh Pedro Acosta dan Fermin Aldeguer di posisi kedua dan ketiga. Duo Aprilia, Martin dan Bezzecchi harus puas start dari baris kedua, tepatnya di posisi kelima dan keenam.
Akankah Marc berhasil mencetak kemenangan pertama musim ini di Hongaria? Atau adakah Acosta memberikan perlawanan kepada Marc demi kemenangan pertamanya di MotoGP? Adakah pula salah satu dari duo Aprilia, Martin atau Bezzecchi, menyelamatkan akhir pekan buruk mereka dengan kejutan berupa podium atau kemenangan? Mari kita simak jalannya balapan berikut ini.
Awal Balapan yang Penuh Karambol
Marc memulai balapan dengan baik dan langsung memimpin balapan, diikuti Acosta. Namun, kekacauan mulai meledak di belakang mereka! Jorge Martin kehilangan kendali ban belakang dan menabrak ketiga pembalap yang ada di depannya, termasuk rekan setimnya sekaligus pemimpin klasemen, Marco Bezzecchi!
Dua pembalap lainnya, Fabio di Giannanntonio dan Fermin Aldeguer turut jadi korban insiden karambol ini. Kejadian ini tampak mirip dengan sprint GP Jepang tahun lalu. Insiden mengejutkan ini membuat Jorge diganjar hukuman 2x long lap penalty di seri berikutnya.
Dari insiden tersebut, Acosta dan Pecco Bagnaia berhasil selamat dari insiden ini. Beruntung tidak ada satupun dari beberapa pembalap yang cedera. Diggia masih bisa lanjut balapan, tetapi balapan Aldeguer, Bezzecchi, Martin, dan Fernandez terhenti. Tiga bintang Aprilia pun rungkad seketika.
Keributan Kian Membara di Papan Tengah
Pada awal putaran kedua, Acosta berhasil melewati Marc untuk mengambil alih pimpinan balapan. Marc memutuskan untuk membalap dengan hat-hati untuk menjaga ban dan menjaga kondisi fisik bahu kanannya. Sementara itu, rekan setimnya, Pecco Bagnaia, membalap sendirian di posisi ketiga.
Memasuki putaran keempat, Fabio Quartararo harus merelakan posisi kesembilannya ke Ai Ogura. Sebelumnya, ia juga kehilangan P8 dari Joan Mir (Honda) di tikungan satu.
Di depan mereka, ada Enea Bastianini dan rookie Diogo Moreira yang saling berebut posisi keenam. Itu merupakan penampilan yang bagus bagi bintang asal Brasil tersebut, walaupun harus rela disalip 'The Beast' di tikungan 5.
Dua putaran kemudian, Bastianini melebar di tikungan satu saat berusaha untuk menyalip Luca Marini. Namun, ia bersenggolan dengan Mir, yang berujung dengan hukuman LLP dan merosot ke urutan 11 di belakang Toprak Razgatlioglu, yang membalap dengan fantastis di P10.
Pada putaran ke-12, Jack Miller membalap dengan luar biasa di posisi kelima, diikuti Moreira, Ogura, dan Mir. Ada juga Iker Lecouna yang tampil on fire di posisi ke-9. Iker sendiri menjalani debut perdananya bersama Ducati untuk menggantikan Alex Marquez yang masih dalam pemulihan cedera.
Marc vs Pedro: Pertarungan yang Membara
Memasuki pertengahan balapan, Marc mulai menempel Acosta dengan jarak mencapai 0,1 detik. Pada putaran ke-14, Marc berusaha untuk menyerang di tikungan 9, tetapi hanya untuk beberapa saat. Aksi kedua pembalap ini kian ganas hingga awal putaran ke-15, dimana Pedro sedikit melebar di tikungan 1. Apakah pertarungan ini jadi bukti kalau Acosta sudah siap jadi calon rekan setim Marc di Ducati untuk musim depan? Bisa jadi.
Pada putaran yang sama, Pedro akhirnya mengelak. Ia kehilangan cengkeraman ban depan dan akhirnya harus merelakan pimpinan balapan ke tangan Marc. Bintang Ducati Lenovo itu mulai menjauh ke depan dengan pace yang agak mumpuni walaupun belum sepenuhnya pulih.
Satu putaran berikutnya, Joan Mir terjatuh di tikungan 11 saat mengejar Moreira untuk P7. Ia lagi-lagi harus tersingkir dari balapan.
More Than A Comeback: Marc Is Back
Marc terus menjauh meninggalkan Acosta dengan jarak mencapai 1,7 detik. Ia pun terus mencetak fastest lap demi fastest lap. Beberapa putaran berikutnya, jarak antar kedua pembalap tersebut mencapai 2,6 detik.
Saat balapan menyisakan dua putaran, Ogura terus menempel Marini yang mulai kehilangan cengkeraman ban. Juara Dunia Moto2 2024 itu akhrnya berhasil menyusul Luca di tikungan 5 untuk merebut posisi keempat.
Di depan, Marc makin tak terkejar dan terus melaju hingga bendera finis berkibar. Ini adalah kemenangan pertama yang diraih juara dunia bertahan tersebut setelah Misano tahun lalu, atau 266 hari sebelumnya.
Kemenangan ini spesial karena merupakan kemenangan ke-100 bagi Marquez sepanjang karirnya. Tidak hanya itu saja, kemenangan ini juga jadi yang ke-100 bagi Ducati di MotoGP. Marc menjadi pembalap ketiga yang mencetak 100 kemenangan setelah Giacomo Agostini dan Valentino Rossi.
Pedro Acosta menyusul finis kedua dan harus menunggu dua pekan untuk menang di kelas para raja itu. Ia juga harus puas mencatat rekor terburuk yang tak diinginkannya, yakni podium terbanyak tanpa juara (12 kali).
Bagnaia finis ketiga, diikuti Ogura, Marini, dan Moreira.
Balapan ini penuh drama sekaligus cinematic bagi fans Marc, mengingat bahwa ia baru pulih dari cedera kaki kanan yang dialaminya usai crash di Le Mans pada sprint. Balapan berikutnya akan lebih sulit, tetapi saya yakin ia akan 100% fit di Brno. Tunggu saja pantauannya dalam dua pekan ke depan.
Post a Comment