Header Ads

Kejutan! Raul Fernandez Juara GP Australia

MotoGP 2025 memasuki wilayah selatan. Kali ini kita akan merapat di Sirkuit Phillip Island, Australia. Sebuah sirkuit yang selalu menyajikan banyak demi drama di kelas para raja ini.

MotoGP Australia edisi kali ini terlihat berbeda dibandingkan edisi-edisi sebelumnya, apalagi  musim 2025 yang masih berjalan dengan empat seri tersisa. Hal ini disebabkan oleh absennya pembalap abang-abangan Phillip Island, yakni Marc Marquez akibat cedera bahu kanan usai disenggol Marco Bezzecchi di Mandalika, dua pekan lalu.

Yang lebih tragis adalah kita diprediksi sudah tidak bisa menonton Marc lagi hingga akhir musim. Ia menjalani operasi bahu kanannya yang diperkirakan akan pulih 100% hingga 16 pekan ke depan atau sekitar Februari 2026. Syukurlah, ia juara dunia 2025 sudah dikantongi oleh pria 32 tahun itu.

Di seri ini dan di Sepang, Marc akan digantikan oleh pembalap penguji Ducati, Michele Pirro. Pria 39 tahun tersebut selalu membalap sejak 2012, di mana ia saat ini selalu bertugas untuk menjalani wild card dan menggantikan pembalap Ducati yang cedera. Pada dua seri terakhir musim ini, akan ada pembalap WSBK yang akan menggantikan Marc. Nicolo Bulega disebut-sebut sebagai rider yang akan menggantikan juara dunia 2025 tersebut.

Seri ini akan menghadirkan banyak kejutan, dimana Quartararo akan start dari pole dan pembalap tuan rumah, Jack Miller akan start dari posisi ketiga. Bahkan, tidak ada satupun pembalap Ducati yang memulai balapan dari baris terdepan sejak Valencia 1 2020. Pembalap Ducati dengan posisi start terbaik adalah Alex Marquez, yang start dari posisi ke-6.

Sementara itu, Marco Bezzecchi harus berurusan dengan hukuman DLLP (Double Long-Lap Penalty) akibat insiden dengan Marc di Mandalika. Ia harus menunjukkan keajaibannya seperti yang dilakukan oleh mentornya, Valentino Rossi pada 2003, dimana ia memenangi balapan dengan tambahan penalti 10 detik akibat mengabaikan bendera kuning pada waktu itu.

Kejutan apa saja yang disajikan di Phillip Island? Kita simak jalannya balapan berikut ini.

Bez Kian Ngegas, Miller Kian Ambyar

Bezzecchi langsung melejit ke depan begitu start dimulai. Ia diikuti oleh Raul Fernandez dan Pedro Acosta. Duo Yamaha mengawali balapan dengan kurang bagus, dengan Quartararo dan Miller di posisi keempat dan kelima.

Saat balapan baru berjalan tiga putaran, Acosta melewati Fernandez di tikungan Doohan untuk merebut posisi kedua. Satu putaran berikutnya, Fernandez berhasil menyalip balik Acosta di tikungan Stoner. Jarak antar kedua pembalap dengan Bez mencapai 1,2 detik.

Pada putaran kelima, Alex Marquez memanfaatkan slipstream Ducati untuk menyusul Miller di tikungan satu. Sementara di depan, Bezzecchi menjalani LLP pertamanya dan kembali ke lintasan di urutan ketiga di belakang Fernandez dan Acosta.

Johann Zarco dan Miller menjadi dua korban pertama dinginnya aspal Phillip Island. Mereka terjatuh di tikungan Doohan dan Siberia. Balapan mereka pun berakhir. Sementara Bezzecchi sudah menjalani LLP keduanya dan harus berjuang lebih keras dari posisi ke-6.

Quartararo kehilangan pace dan mulai kehabisan ban meski balapan baru memasuki putaran ke-8. Ia disalip Alex di tikungan Doohan, lalu kehilangan posisi lagi usai disalip Fabio di Giannanntonio di tikungan 8.

Merangkai Kejutan di Australia

12 putaran berjalan, Quartararo kehabisan ban dan mulai merosot ke barisan tengah usai disalip Diggia, Bez, dan Marini. Ia bertengger di posisi ke-7. Satu putaran berikutnya, ia dilewati Pol Espargaro dan Fermin Aldeguer. Deritanya terus berlanjut usai disikat Brad Binder pada putaran ke-14. Ini bukanlah balapan yang diinginkan juara dunia 2021 tersebut setelah start dari pole.

Perjalanan Ducati di seri ini dianggap mengecewakan. Hal ini menjadi dampak dari absennya Marc di Australia. Namun, wajah Ducati masih cemerlang saat Alex berhasil menyalip Acosta di tikungan Stoner. Bisakah Alex mengejar Fernandez untuk melanjutkan tren kemenangan Ducati musim ini? Jangan berharap pada pria 29 tahun tersebut.

Pada putaran ke-19, Acosta mulai mengalami masalah dengan cengkeraman ban depan. Ia tak bisa berkutik dari serangan Diggia di tikungan MG. Sementara Raul semakin jauh memimpin dengan jarak mencapai 3 detik.

Tiga putaran berikutnya, giliran Bez yang berhasil menyalip juara Moto3 2021 dan juara Moto2 2023 tersebut di tikungan 8.dan naik ke urutan keempat. Kemenangan pun tidak memungkinkan lagi, tetapi ia masih bisa mengejar podium.

Pada putaran ke-23, Alex menjadi pembalap berikutnya yang kehabisan ban. Ia pun disalip Diggia saat melintasi tikungan 8. Satu putaran berikutnya, Pecco Bagnaia mengakhiri mimpi buruk bagi skuad Ducati Lenovo akhir pekan ini, usai terjatuh di tikungan Siberia. Ia berhenti dari balapan.

Penderitaan Tiga Musim yang Berakhir Dengan Impian Bagi Raul

Dua putaran jelang finis, Bez berhasil menyikat Alex di tikungan MG dan naik ke posisi ketiga.

Sementara di depan, Fernandez terus melaju jauh hingga bendera finis dikibarkan dan berhasil finis pertama. Ini merupakan kemenangan yang sekaligus menjadi podium pertamanya di kelas MotoGP. Sebuah momen bersejarah yang tidak terlupakan bagi pembalap Trackhouse Aprilia tersebut. Akhirnya, pecah telur juga.

Diggia melanjutkan tren podium Ducati dengan finis kedua, diikuti Bezzecchi, Alex, dan Acosta. Phillip Island memang membawa banyak kejutan demi kejutan di setiap edisinya. Sirkuit ini menjadi salah satu yang terbaik di kalender MotoGP, khususnya musim ini. Never say never.

Kejutan apa lagi yang akan hadir di seri berikutnya yang berlangsung di Sepang, Malaysia? Kita lihat saja pekan depan.

No comments

Kilas Balik Marc Marquez Seputar 2025: Epic Comeback Terbaik Dalam Sejarah MotoGP

Anda pasti tahu bahwa karir Marc Marquez hampir berakhir pada musim 2020 silam. Pada saat itu, ia masih membela Repsol Honda dan sedang bera...

Powered by Blogger.