Menang di Sepang, Alex Marquez Tegaskan Runner-Up MotoGP 2025
MotoGP 2025 menyisakan tiga seri. Kini, kita berada di etape pamungkas Asia Pasifik yang berlangsung di Sirkuit Sepang, Malaysia.
Sirkuit ini menciptakan sejarah yang begitu terkenang. Salah satunya adalah insiden 2015 yang melibatkan Valentino Rossi dan Marc Marquez di tikungan 14 yang terjadi tepat 10 tahun yang lalu. Pada saat itu, Rossi menuduh Marc membantu Jorge Lorenzo merebut gelar juara dunia MotoGP 2015. Tak terima dengan agresivitas Marc, Rossi menendangnya hingga ia kehilangan gelar ke-10nya. Itu merupakan momen kontroversial yang masih tak terlupakan hingga saat ini.
Selain itu, Sepang merupakan salah satu sirkuit yang menguras fisik dan tenaga karena suhu udara di sana sangat panas dibandingkan seri Eropa. Apalagi, aspalnya juga cukup keras dan panas sehingga banyak pembalap yang terjatuh jika mereka tidak berhati-hati dalam memanaskan ban depan.
Suhu panas Sepang juga terjadi di balapan hari ini dan mencapai sekitar 32-36 derajat celcius. Hal ini membuat sebagian besar pembalap memilih ban lunak, kecuali empat pembalap yang memilih ban medium, terutama Pecco Bagnaia.
Akankah Pecco mengulang kesuksesannya seperti di sprint kemariin untuk memanaskan peluang perebutan posisi ketiga dengan Marco Bezzecchi? Atau adakah yang menyamakan kecepatan Pecco di balapan panas ini? Mari kita simak.
Cuaca Panas, Awal Balap Kian Panas
Selepas start, Pecco langsung memimpin diikuti Alex Marquez dan Pedo Acosta. Sementara Franco Morbidelli yang start dari posisi ketiga, merosot ke urutan keenam di belakang Fermin Aldeguer. Ia sempat bersaing dengan Joan Mir untuk memperebutkan posisi keenam.
Pada putaran kedua, Alex memiliki kecepatan yang bagus sehingga ia mampu menyusul Pecco di tikungan 4 untuk memimpin balapan. Keduanya memilih tipe ban yang berbeda, dengan Alex memilih ban lunak dan Pecco memilih ban medium. Dengan kondisi cuaca yang panas terik, kita perkirakan Pecco bakal ngegas di putaran-putaran berikutnya.
Pada putaran ketiga, Mir melewati Aldeguer di tikungan 1. Namun, pembalap Gresini itu melebar dan harus merelakan posisinya ke Morbidelli. Di depan mereka, Acosta berusaha menyalip Pecco di tikungan 4, namun Pecco berhasil kembali. Hal serupa terjadi di tikungan 9. Posisi mereka tidak berubah.
Memasuki putaran ke-7, Mir terus menguntit Quartararo. Ia mencoba untuk menyalip di tikungan terakhir. Namun, ia melebar cukup jauh dan harus bersabar untuk tidak mengambil risiko agar ia tidak jatuh.
Alex Mode Apotek Tutup, Barisan Tengah Makin Seru
Memasuki pertengahan balapan, Alex mulai menjauh dari Pecco dan Acosta dengan jarak mencapai hampir satu detik. Di depan mereka, Mir dan Quartararo saling sikut demi posisi keempat. Juara Dunia MotoGP 2020 tersebut berhasil melewati bintang Yamaha tersebut di tikungan 4 untuk merebut posisi keempat.
Marco Bezzecchi saat ini terdampar di papan tengah. Hal ini membuatnya selisih poin antar Pecco kian melebar. Oleh karena itu, ia harus berjuang keras untuk finis di 10 besar. Hingga saat ini, ia berada di posisi ke-12 di belakang Brad Binder.
Pada putaran ke-12, Raul Fernandez terjatuh di tikungan 1 saat berada di posisi ke-15. Juara seri Australia itu berhenti dari balapan.
Satu putaran berikutnya, Acosta berhasil melewati Pecco untuk merebut posisi kedua. Rekan satu tim Marc Marquez itu pun kesulitan dengan cengkeraman ban depan mediumnya. Sementara itu, Morbidelli berhasil melewati Quartararo untuk merebut posisi kelima.
Akhir yang Membagongkan! Pecco Gagal Finis Lagi
Ketika balapan menyisakan empat putaran, Alex jauh memimpin dengan jarak mencapai 2,4 detik. Barisan tengah terus memuncak dengan para pembalap saling berebut posisi ke-9. Di belakang Enea Bastianini, Johann Zarco melewati Luca Marini untuk berhak naik ke posisi 10 besar.
Sementara itu, Aldeguer harus mengakhiri balapannya usai terjatuh di tikungan terakhir. Tak lama kemudian, Pecco tiba-tiba melambat usai keluar di tikungan 4! Ia mengalami masalah teknis pada motor GP25-nya dan kembali gagal menyelesaikan balapan dalam tiga seri beruntun. Apa yang terjadi pada Pecco pada tiga seri terakhir ini?
Saya pun sudah mulai hilang harapan dengan juara dunia MotoGP 2022 dan 2023 tersebut. Susah dipercaya. Ini merupakan keempat kalinya ia gagal finis sepanjang musim ini. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan jumlah kemenangan yang ia raih. Ia turun ke posisi keempat dengan selisih lima poin dari sahabatnya, Bez.
Tak hanya itu saja. Ini akan menjadi ketiga kalinya secara beruntun dimana tim Ducati Lenovo gagal mendulang satu poin pun. Tim merah ini kian ambyar sejak Marc absen akibat cedera. Kedatangan Marc hanya membuat Pecco kian sengsara. Apa yang harus dilakukan oleh skuad asuhan Gigi Dalligna tersebut selanjutnya?
Di depan, Alex terus melaju kencang hingga bendera finis berkibar. Ini merupakan kemenangan ketiganya musim ini setelah Jerez dan Catalunya.
Acosta menyusul finis kedua, diikuti oleh Mir, yang meraih podium keduanya musim ini usai seri Motegi. Pembalap Honda tersebut finis dengan jalur giveaway usai masalah teknis yang menimpa Pecco.
Morbidelli finis keempat, diikuti Quartararo dan Diggia.
Dengan dua seri tersisa, akan ada pembalap Ducati WSBK yang akan membalap untuk menggantikan Marc Marquez yang cedera. Siapakah dia? Simak selanjutnya pada dua pekan mendatang.
Post a Comment