Header Ads

Tak Ada Obat! Bezzecchi Sempurna di Portimao

MotoGP 2025 menyisakan dua seri. Para pembalap akan kembali beraksi di Sirkuit Algarve yang terletak di Portimao, Portugal.

Banyak orang yang menyebut Portimao sebagai sirkuit 'rollercoaster' karena memiliki beberapa tanjakan dan turunan tajam, terutama saat keluar dari tikungan 8 hingga tikungan 15. Sungguh sirkuit yang memicu adrenalin bagi semua pembalap.

Adrenalin tersebut terjadi seperti saat sprint kemarin, dimana Alex Marquez dan Pedro Acosta bersaing ketat untuk berebut medali emas alias kemenangan sprint. Mereka saling salip-menyalip satu sama lain pada paruh kedua sprint dan berakhir dengan kemenangan Alex.

Apalagi, Portimao juga merupakan sirkuit favorit Alex dan Acosta. Pembalap KTM tersebut memang jago di sirkuit ini, dimana ia pernah meraih gelar juara dunia Moto3 2021 pada musim rookienya dan menang di kelas Moto2 dua tahun berikutnya.

Akankah Pedro berhasil memecahkan telur dengan kemenangan pertamanya di kelas MotoGP? Apakah Alex berhasil melengkapi akhir pekan sempurna dengan kemenangan ganda di Portimao? Atau apakah Marco Bezzecchi berhasil mengatur kecepatan dengan kemenangan demi posisi ketiga klasemen? Kita simak balapannya berikut ini.

Awal Balap, Bez Mulus Di Depan

Saat balapan telah dimulai, Bezzecchi langsung melaju ke depan, diikuti Acosta dan Alex. Quartararo merosot satu posisi ke urutan keempat di depan Pecco Bagnaia.

Baru lima tikungan, Franco Morbidelli terjatuh usai bersenggolan dengan Ai Ogura dan Pol Espargaro. Pembalap VR46 Ducati tersebut harus mengakhiri balapannya lebih awal.

Setelah memasuki putaran kedua, Alex memanfaatkan slipstream untuk menyalip Acosta dan naik ke posisi kedua. Di belakang mereka, Bagnaia melewati Quartararo untuk merebut posisi keempat dan mencoba untuk mendekati Alex dan Pedro.

Joan Mir harus kembali menyelesaikan akhir pekan dengan mimpi buruk karena harus berhenti dari balapan akibat masalah teknis. Sementara Enea Bastianini juga mengalami masalah yang sama, tetapi ia masih bisa melanjutkan balapan meski harus berjuang dari posisi ke-19.

Pada putaran ke-9, perebutan posisi keenam mulai memanas. Fermin Aldeguer mencoba untuk menyalip Brad Binder di tikungan 3. Brad kembali menyalipnya hanya untuk sesaat, sebelum kembali disalip oleh pemenang Mandalika tersebut dan nyaris bersenggolan di tikungan 5.

Bez Menjauh, Pecco Ambyar Lagi

Pada putaran ke-11, Pecco terjatuh di tikungan 10 saat berusaha untuk mengejar Acosta yang kehilangan cengkeraman ban belakang. Tak usah ditanyakan lagi tentang performa balapan Pecco dalam empat seri terakhir ini.

Juara Dunia 2022 dan 2023 tersebut seharusnya bisa kembali ke puncak performanya seiring dengan absennya Marc Marquez. Dia juga harus dapat kembali percaya diri dengan berbagai peningkatan kecepatan pada motor Ducati GP25-nya.

Namun, takdir harus kembali berkata lain bahwa ini merupakan keempat kalinya secara beruntun dimana Pecco lagi-lagi gagal finis akibat terjatuh/masalah teknis. Peluang posisi ketiga klasemen pun kian memudar karena selisih poinnya melebar menjadi 35 angka dari Bezzecchi.

Selain itu, saat Pecco terjatuh gagal finis, Bez selalu memenangi seri balapan. Empat kemenangan sebelumnya yang diraih oleh mantan pembalap VR46 tersebut berakhir dengan apesnya rekan Marc tersebut. Tren ini akan berlanjut jika ia berhasil menang di seri ini Itu adalah suatu kebetulan, bukan?

Memasuki pertengahan balapan, Bez mulai menjauh dan memperlebar jaraknya menjadi 2 detik dari Alex. Tak ada satupun pesaingnya yang bisa mengalahkan bintang Aprilia itu.

Pada putaran ke-14, Quartararo dan Binder saling berebut posisi kelima hingga Fabio melakukan kesalahan di tikungan 5 sehingga Brad naik ke posisi kelima dan mulai mengejar Aldeguer yang membalap sendiri di posisi ke-4.

Statement: Bez Sunmori dan Dominan Menuju Kejayaan

Lima putaran tersisa, persaingan di papan tengah sedikit memanas. Luca Marini berhasil melewati Jack Miller yang kehabisan ban belakang dan naik ke posisi ke-11.

Tiga putaran jelang finis, Alex mulai melambat usai mengeluhkan hilangnya cengkeraman ban depan. Hal ini dimanfaatkan Acosta untuk meraih peluang demi merebut posisi kedua. Apakah ia memiliki cukup waktu sebelum balapan berakhir?

Bez terus ngegas di depan hingga bendera finis berkibar. Ia meraih kemenangan kedua musim ini sejak GP Inggris, Mei lalu. Alex bertahan dari serangan Acosta di posisi kedua.

Aldeguer finis keempat, diikuti Binder dan Quartararo.

Balapan ini dianggap membosankan, sehingga saya nyaris saja tertidur saat menonton balapan ini karena tak ada satupun rival yang menyaingi Bezzecchi.

Tampaknya tak terasa MotoGP 2025 tinggal menyisakan satu seri lagi, tepatnya di Valencia. Saya nantikan keseruan para pembalap di Sirkuit Ricardo Tormo sebelum musim ini berakhir.

No comments

Kilas Balik Marc Marquez Seputar 2025: Epic Comeback Terbaik Dalam Sejarah MotoGP

Anda pasti tahu bahwa karir Marc Marquez hampir berakhir pada musim 2020 silam. Pada saat itu, ia masih membela Repsol Honda dan sedang bera...

Powered by Blogger.