Bezzecchi Akhiri 2025 Dengan Kemenangan di Valencia
Tak terasa MotoGP 2025 sudah memasuki seri terakhir yang akan berlangsung di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia pada Minggu 16 November 2025. Waktu berjalan semakin cepat begitu saja. Kita merasa seri pertama sudah berakhir, tetapi musim ini akan segera usai.
Para pembalap kembali beraksi di Sirkuit Ricardo Tormo usai absen musim lalu akibat banjir bandang yang menewaskan ratusan korban jiwa. Sirkuit ini selalu menjadi seri terakhir MotoGP setiap tahunnya (kecuali 2020).
Seri ini biasanya menjadi seri perpisahan bagi beberapa pembalap MotoGP yang ingin hijrah ke ajang balap motor lain. Sebut saja Miguel Oliveira dan Somkiat Chantra yang akan beralih ke WSBK musim depan bersama BMW dan Honda.
Selain itu, seri ini menjadi saksi kedatangan pertama Juara Dunia MotoGP 2025, Marc Marquez sejak mengalami cedera pada bulan lalu. Ia hadir hanya untuk menerima hadiah 1 unit mobil BMW M2 CS sebagai hadiah juara BMW M Award 2025. Mobil BMW ini akan menjadi hadiah utama bagi pembalap dengan catatan pole terbanyak musim ini.
Pencapaian ini akan menjadi pertama kalinya bahwa Marc mendapat hadiah tersebut sejak 2019 saat ia masih 100% fit bersama Honda.
Tampaknya, nonton seri terakhir ini hanya untuk bersenang-senang. Pertama, Marco Bezzecchi telah memastikan dirinya sebagai peraih peringkat ketiga musim ini. Kedua, akan ada pembalap berikutnya yang akan menjadi pemenang ketujuh berbeda secara beruntun di akhir musim ini.
Kita akan mencari satu kejutan lain sebelum musim ini berakhir. Kejutan apa yang akan hadir di balapan ini? Mari kita simak.
Bez Ngacir Lagi, Pecco Ndlosor Lagi
Balapan belum dimulai, drama sudah langsung terjadi. Franco Morbidelli bersenggolan dengan pembalap tes Honda, Aleix Espargaro. Kedua motor mengalami kerusakan kecil dan mereka masih bisa memulai balapan. Mereka berdua tidak akan pernah akur, sejak perseteruannya pada FP2 GP Qatar 2023. Kapan mereka bermaafan satu sama lain seperti Rossi-Marquez?
Baru empat tikungan selepas start, bencana kembali menimpa akademi VR46. Kali ini Pecco Bagnaia yang harus mengakhiri balapannya lebih awal usai bersenggolan dengan Johann Zarco dan Ai Ogura.
Saya sudah mulai resah dengan keberuntungan Pecco. Gagal mempertahankan posisi ketiga, melorot ke posisi keempat, dan kini harus puas finis posisi kelima klasemen akhir... Akhir musim yang amat membagongkan bagi juara dunia MotoGP 2022 dan 2023 tersebut.
Sementara itu, Bezzecchi melejit ke depan seperti di seri sebelumnya. Alex Marquez menguntitnya di posisi kedua, diikuti oleh Fabio di Giannanntonio, Raul Fernandez, Pedro Acosta, dan Fermin Aldeguer.
Pada akhir putaran kedua, Morbidelli harus berhenti dari balapan akibat masalah teknis. Di depan, Fernandez berhasil menyikat Diggia di tikungan 6 untuk merebut posisi ketiga. Beberapa saat kemudian, pembalap VR46 tersebut harus menyerahkan posisi keempat usai disalip Acosta di tikungan 11.
Pada putaran ke-7, Alex mulai menempel ketat Bezzecchi, namun Bez terus menjaga pertahanannya. Di barisan belakang, Ai Ogura terjatuh di tikungan 1 dan harus berhenti dari balapan.
Persaingan barisan tengah kian memanas, Jack Miller berhasil melewati Fermin Aldeguer di tikungan 14 untuk merebut posisi ke-6. Luca Marini mengekornya di posisi ke-8. Marini berusaha untuk membawa Honda naik kelas ke Konsesi C. Tak lama berselang, Fermin berhasil menyalipnya kembali di tikungan 2.
Perisai Untuk Bez
Jelang akhir putaran ke-11, Alex kehilangan cengkeraman ban dan tidak bisa menyamai kecepatan Bezzecchi. Fernendez pun berhasil melewati runner-up MotoGP 2025 tersebut di tikungan terakhir dan mengambil alih posisi kedua.
Jorge Martin dan Maverick Vinales memutuskan untuk menyerah dan berhenti dari balapan akibat cedera bahu yang membuat mereka tidak kuat untuk membalap lagi.
Pada putaran ke-20, Acosta akhirnya berhasil melewati Alex untuk merebut posisi ketiga. Ducati kian terpojok di putaran-putaran terakhir balapan. Mereka tidak pernah sekalipun mengalami masa sulit seperti itu. Pabrikan Bologna tersebut terakhir kali gagal finis podium pada Silverstone 2021.
Satu putaran kemudian, Diggia berhasil melewati Alex di tikungan 4 untuk merebut posisi keempat dan mengejar Acosta demi menyelamatkan wajah Ducati di tiga besar.
Empat putaran tersisa, Fabio Quartararo terjatuh di tikungan 6 dan berhenti dari balapan.
Finis 1-2, Aprilia Tutup Musim Dengan Unjuk Gigi
Dua putaran jelang finis, Diggia berhasil melewati Acosta di tikungan 4 dan naik ke posisi ketiga untuk menjaga rekor podium Ducati musim ini.
Sementara di depan, Fernandez terus menempel Bezzecchi. Namun, Bez terus menjaga jarak dengan cukup aman hingga bendera finis berkibar. Ia meraih kemenangan ketiganya musim ini dengan jarak 0,6 detik dari Fernandez, yang berhasil mewujudkan finis 1-2 bagi Aprilia sejak Catalunya 2023.
Diggia finis ketiga, diikuti Acosta, Aldeguer, Alex Marquez, dan Marini.
Dengan ini, MotoGP 2025 resmi berakhir. Sebuah musim yang tak pernah terlupakan dari segi drama, aksi, bakat, kejutan, dan ketegangan. Perjalanan musim terpanjang dalam sejarah ini kami anggap sebagai seru dan menarik. Sampai jumpa di musim 2026!
Post a Comment