Header Ads

Fermin Aldeguer Perkasa, Marc Marquez (Masih) Merana di Mandalika

MotoGP 2025 tinggal menyisakan lima seri lagi. Kita berada di seri ke-18 yang berlangsung di Sirkuit Mandalika, Indonesia.

Ada yang begitu ironis dari sirkuit ini. Banyak orang yang menyebut bahwa sirkuit ini terlihat 'angker' karena selalu membawa banyak korban.

Masalahnya terdapat pada ban Michelin, yang belum bisa beradaptasi pada aspal Mandalika yang terlalu panas dan keras. Apalagi, suhu treknya telah mencapai 50°C ke atas! Mengerikan, bukan?

Tak hanya itu saja. Sirkuit ini menjadi salah satu sirkuit bak 'neraka' yang paling menyulitkan sang juara dunia MotoGP 2025, Marc Marquez. Ia saat ini masih belum sekalipun finis balapan karena cedera pada 2022, jatuh pada 2023, dan masalah teknis pada 2024.

Sementara rekan setimnya, Pecco Bagnaia, menjalani akhir pekan yang sulit setelah juara GP Jepang pekan lalu dan akan start di 5 besar dari belakang. Sedangkan sahabatnya, Marco Bezzecchi, start dari pole position, diikuti oleh Fermin Aldeguer dan Raul Fernandez.

Akankah Bezzecchi mengulangi keajaiban tahun lalu dengan kemenangan? Apakah Marc berhasil mematahkan kutukan terburuk di Mandalika? Mari kita simak jalannya balapan berikut ini.

Baru Mulai, Marc Ambyar Lagi di Mandalika

Seperti di sprint kemarin, Bezzecchi mengawali balapan dengan kurang bagus, sehingga ia tercecer ke posisi ketujuh. Sementara Acosta melejit ke depan diikuti Luca Marini, Aldeguer, Rins, dan Fernandez.

Di tikungan 7, Bezzecchi bersenggolan dengan Marc saat berusaha menyalip pembalap Ducati tersebut. Keduanya tak bisa balapan. Kutukan Mandalika pun masih terus berlanjut bagi Marc. 

Tampaknya Mandalika masih belum akrab bagi Marc. Ironisnya, ia tersenggol Bez di tempat yang sama saat mengalami diplopia pada 2022 lalu.

Kali ini, ia mengalami cedera. Namun, cederanya tidak separah pada 2022 lalu. Davide Tardozzi mengatakan bahwa ia dislokasi yang disertai dengan patah tulang pada bahu kanannya usai menjalani pemeriksaan di medical centre. Kami berdoa demi kesembuhan Marc untuk bisa tampil di seri favoritnya, yakni Phillip Island.

Marc lagi-lagi gagal finis di Mandalika.

Pada akhir putaran kedua, Joan Mir harus mengakhiri balapannya lebih awal usai terjatuh di tikungan 13.

Perebutan Posisi Kedua Makin Memuncak

Pada putaran ke-7, Aldeguer melesat ke depan usai menyalip Acosta di tikungan 8. Satu putaran berikutnya, Acosta mencoba untuk merespon balik di tikungan 1, tetapi ia melebar dan harus menyerahkan posisinya kepada Fermin.

Pada akhir putaran ke-9, Pecco Bagnaia terjatuh di tikungan terakhir, yg sekaligus mengakhiri balapannya. Mandalika menjadi mimpi buruk bagi skuad Ducati Lenovo sepanjang akhir pekan ini.

Last and lost. Tiga kata yang menggambarkan betapa buruknya akhir pekan Pecco di Mandalika.

10 putaran berjalan, Aldeguer mulai meninggalkan para pesaingnya dengan jarak mencapai 2 detik lebih. Acosta harus berjuang keras untuk bertahan dari tekanan Marini di posisi kedua. Hingga akhirnya adik tiri Rossi tersebut naik ke posisi kedua usai menyusul pemuda 21 tahun di tikungan 8.

Tak lama berselang, Pedro berhasil menyalip balik Marini di tikungan 13. Perebutan posisi kedua pun kian panas, sama panasnya seperti kondisi cuaca di Mandalika saat ini, saat balapan memasuki pertengahan.

Pada akhir putaran ke-14, Fernandez mencoba untuk menyalip Marini di tikungan 13, namun mereka justru sedikit bersenggolan sehingga Raul melorot ke urutan empat di belakang Rins, sementara Marini berada di urutan keenam di belakang Alex Marquez.

Beberapa saat kemudian, Alex langsung menyalip rider Trackhouse Aprilia tersebut di tikungan 1. Sedangkan Marini kehilangan dua posisi usai dilewati Quartararo dan Brad Binder di tikungan yang sama.

Mode 'Apotek Tutup' Untuk Aldeguer

Saat balapan menyisakan delapan putaran, Aldeguer 'sunmori' sendiri di depan Denga gap mencapai 7 detik! Inikah yang dinamakan apotek tutup, bukan?

Di belakang Fermin, perebutan posisi kedua semakin ganas. Rins berhasil menyalip Acosta di tikungan 13 untuk merebut posisi kedua. Ini adalah balapan terbaik yang pernah dijalani oleh mantan pembala Suzuki tersebut sejak pindah ke Yamaha pada 2024. Bisakah ia meraih podium pertamanya bersama skuad Garpu Tala tersebut? Jangan harap itu mudah karena Yamaha biasanya sering kehabisan ban belakang pada putaran-putaran akhir.

Dua putaran berikutnya, Alex berhasil menyalip Acosta di tikungan 8. Target berikutnya adalah Rins. Bisakah Alex mewujudkan finis satu-dua bagi Gresini di tanah kelahiran sponsornya?

Lima putaran tersisa, Alex berhasil menyalip Rins di tikungan 1. Setelah itu, Rins mulai tercecer setelah ban belakangnya habis. Binder berhasil menyalip Fernandez di tikungan 1 untuk merebut posisi keempat.

Pada putaran ke-25, Acosta tak mau menyerah. Ia memacu motornya dengan agresif sehingga berhasil menyalip Alex di tikungan 8. Manuver yang benar-benar luar biasa.

Aldeguer membalap sendirian hingga bendera finis dikibarkan dan keluar sebagai pemenang GP Indonesia 2025. Ini adalah kemenangan pertamanya di kelas MotoGP.

Dia berhasil menjadi pembalap termuda kedua yang berhasil memenangi balapan di kelas primer setelah Marc Marquez. Ia juga menjadi rookie pertama yang berhasil juara seri sejak Jorge Martin pada GP Styria 2021. Selain itu, ia juga merupakan pemenang ke-6 musim ini.

Balapan ini memang dibumbui dengan drama dan kejutan. Mandalika memang luar biasa. Saya tak sabar menantikan balapan nan indah ini tahun depan.

Seri berikutnya adalah Phillip island, Australia, di mana Marc Marquez menang pada musim lalu saat bersaing dengan Jorge Martin. Semoga saja Marc kembali fit 100% di sirkuit favoritnya.

No comments

Kilas Balik Marc Marquez Seputar 2025: Epic Comeback Terbaik Dalam Sejarah MotoGP

Anda pasti tahu bahwa karir Marc Marquez hampir berakhir pada musim 2020 silam. Pada saat itu, ia masih membela Repsol Honda dan sedang bera...

Powered by Blogger.