Finis Kedua di Motegi, Marc Marquez Juara Dunia MotoGP 2025!
Waktu berjalan semakin cepat. Tak terasa MotoGP 2025 memasuki seri Asia. Tepatnya pada seri ke-17 di sirkuit Motegi, Jepang.
Seri ini akan menjadi momen dimana Marc Marquez meraih gelar juara dunia MotoGP yang ke-7. Untuk berhasil meraih gelar itu, Marc membutuhkan setidaknya 3 poin dari adiknya, Alex Marquez.
Rekan setimnya, Pecco Bagnaia, menjalani akhir pekan yang cemerlang usai mencetak pole position dan kemenangan sprint pertamanya musim ini. Tren ini sekaligus membangkitkan kepercayaan dirinya yang rapuh dalam beberapa seri terakhir akibat beberapa masalah teknis pada motornya, terutama saat gagal finis di seri sebelumnya.
Sementara itu, Joan Mir memberi kejutan dengan start di posisi kedua. Ini adalah kali pertama pria 28 tahun tersebut itu start dari baris terdepan sejak Portimao 2022. Akhir pekan terbaik Honda sejauh musim ini.
Akankah Pecco menyelesaikan akhir pekan tersebut dengan kemenangan? Ataukah Marc menyegel gelar juara dunia MotoGP 2025 dengan kemenangan ke-100? Kita simak jalannya balapan berikut ini.
Pecco Ngacir di Awal, Marc Keteteran Lagi di Belakang Acosta
Selepas start, Pecco langsung melaju ke depan. Marc kembali berkutat di belakang Acosta seperti saat sprint kemarin, tepatnya di posisi ketiga. Sedangkan Mir melorot ke urutan kelima dan mengekor di belakang Fabio Quartararo.
Pada putaran kedua, Franco Morbidelli berhasil melewati Quartararo untuk merebut posisi kelima di tikungan 5. Namun, manuver agresifnya justru membuat jagoan Yamaha tersebut tercecer ke urutan ke-9.
Menjelang akhir putaran ketiga, Luca Marini masuk ke pit karena motor RC213V-nya mengalami masalah teknis dan harus berhenti dari balapan. Ini adalah kali pertama adik Rossi tersebut gagal finis pada musim ini. Uniknya, ia masih belum sekalipun terjatuh sejauh musim ini.
Pada pertengahan putaran kelima, Marco Bezzecchi berhasil menyikat Morbidelli di tikungan 7. Dua putaran berikutnya, Marc kehilangan sedikit peluang usai melebar di tikungan 5 dan tertinggal sedikit dari Acosta.
Pada putaran ke-9, Marc kembali melebar di tikungan hairpin dan membuka sedikit peluang bagi Mir untuk menyalip pembalap 32 tahun tersebut. Ia harus tetap tenang dan tidak mengambil risiko karena Alex berada di posisi ke-7.
Motor Pecco Ngebul? Itu Bukan Halangan!
Pada putaran ke-11, Marc akhirnya berhasil melewati Acosta di tikungan 3. Tiga putaran berikutnya, Mir menyusul untuk menyalip bintang KTM tersebut di tikungan 7 dan naik ke posisi ketiga.
Mir akhirnya kembali ke performa terbaiknya musim ini setelah Honda memberikan banyak upgrade pada frame, swingarm, sasis, aerodinamika, dll menjelang balapan kandang mereka. Senang sekali Honda kembali ke performa terbaiknya sejak Zarco meraih kemenangan di Le Mans dan finis kedua di SIlverstone, Mei lalu.
Sepanjang sisa balapan tersebut, jantung saya semakin berdebar saat melihat performa Mir karena ia terlalu sering terjatuh dalam beberapa seri terakhir. Sejauh musim ini, ia hanya 6 kali finis. Saya harap juara dunia MotoGP 2020 tersebut tidak terjatuh dan membalap dengan mulus dan rapi.
Saat balapan menyisakan 10 putaran, motor Pecco mengeluarkan asap di tikungan 4 yang menandakan bahwa ia mengalami sedikit masalah pada mesin atau kebocoran oli. Namun, masalah besar itu TIDAK akan berpengaruh terhadap dominasinya. Saya bahkan deg-degan jika Pecco kembali mengalami nasib sial musim ini.
Acosta mulai kehabisan cengkeraman ban depan usai disalip Bezzecchi pada putaran ke-16. Satu putaran berikutnya, Morbidelli melewati pembalap 21 tahun tersebut di tikungan 3. Ia tercecer ke urutan 6.
Tiga putaran berikutnya, derita Acosta semakin parah setelah ia melebar cukup jauh di tikungan 1. Ia tercecer hingga ke luar 15 besar.
Epic Comeback Terbesar Sepanjang Sejarah: Lebih dari Sekadar Angka
Saat balapan menyisakan 5 putaran, motor Pecco terus berasap. Hal ini membuat jarak antar dia dan Marc menurun menjadi dua detik. Saya rasa masalah pada motor Pecco itu hanyalah masalah kecil.
Setelah mengalami nasib-nasib tragis berupa masalah teknis, sabotase, tekanan ban depan, hingga mental; Pecco akhirnya berhasil meraih kemenangan keduanya musim ini dengan juara GP Jepang. Ini momen yang ditunggu bagi juara dunia MotoGP 2022 dan 2023 tersebut. Pecco tampaknya ingin menyelesaikan musim ini dengan runner-up.
Sementara itu, rekan setimnya, Marc, berhasil finis kedua. Posisi ini sudah cukup baginya untuk meraih gelar juara dunia MotoGP yang ke-7 kalinya pada 2025. Secara keseluruhan, ia menyamai jumlah gelar dengan Rossi yang sama-sama memiliki 7 gelar juara dunia MotoGP. Kini, ia hanya membutuhkan dua gelar lagi untuk menyamai rekor sang legenda sejati, Giacomo Agostini.
Ini merupakan EPIC COMEBACK yang telah kita nantikan sejak awal musim ini, karena sejak berhasil juara dunia MotoGP 2019 lalu, Marc mengalami rentetan cedera yang nyaris mengakhiri karirnya alias pensiun dari MotoGP, sebagai berikut:
- Jerez 2020: Patah tulang humerus kanan, yang memaksanya istirahat semusim penuh.
- Akhir 2021 dan Mandalika 2022: Diplopia yang sebelumnya pernah ia alami saat masih membalap di Moto2 2011.
- Catalunya-Misano 2022: Absen untuk fokus memulihkan cedera humerus kanannya di Minnesota. Pemulihan ini membuatnya 100% fit.
Post a Comment