Header Ads

Marc Marquez Balas Kesalahan dengan Kemenangan di Misano

MotoGP musim 2025 kini memasuki seri ke-16 yang berlangsung di kandang sang legenda sejati Valentino Rossi, tepatnya di Sirkuit Misano, San Marino.

Selama beberapa tahun terakhir hingga saat ini, sirkuit ini selalu didatangi oleh para penggemar kuning alias skuad VR46 yang akan mendukung para pembalap jebolan Rossi, yaitu Pecco Bagnaia (Ducati), Marco Bezzecchi (Aprilia), Franco Morbidelli (VR46), dan Luca Marini (Honda).

Kelompok penggemar berjuluk skuad 'akamsi' itu selalu menyoraki keempat pembalap tuan rumah tersebut dengan gembira dan semangat, terutama saat Bezzecchi berhasil meraih kemenangan sprint pertamanya sejak Assen 2023. Kemenangan itu diraih setelah Marc Marquez terjatuh di tikungan 15 kemarin.

Namun, teriakan berupa sorakan dan ejekan kepada Marc kemarin justru menjadi sorotan dan viral di media sosial MotoGP. Rupanya, para penggemar Rossi itu masih sakit hati dengan ulah Marc yang terjadi pada Sepang 2015. Bagi kita, masalah itu seharusnya sudah selesai. Tetapi, momen dramatis pada waktu itu masih tersimpan di dalam hati oknum penggemar kuning tersebut. Mereka harus saling menghormati pembalap satu sama lain.

Balapan yang akan berlangsung hari ini bakal mengundang cerita yang berbeda. Apakah Bez berhasil menyempurnakan akhir pekan yang cemerlang dengan kemenangan? Atau apakah Marc berhasil membalas kesalahannya di sprint dengen kemenangan kedua beruntun di kandang musuhnya? Mari kita simak.

Awal Balap, Bez Langsung Ngegas

Setelah balapan dimulai, Bezzecchi langsung melanju ke depan dari pole position, diikuti duo Marquez yang berada di posisi kedua dan ketiga.

Baru empat tikungan, Joan Mir (Honda) lagi dan lagi kembali mengalami nasib apes usai mengalami insiden dengan Johann Zarco (LCR Honda). Mir berhenti dari balapan, sedangkan Zarco masih bisa lanjut. Mereka merupakan dua korban pertama yang mengalami kecelakaan di balapan hari ini.

Pada putaran ketiga, ketiga pembalap tersebut mulai meninggalkan pesaingnya. Fabio Quartararo bertengger di posisi keempat, diikuti Pedro Acosta (KTM) dan Morbidelli.

Tiga putaran berikutnya, Acosta berhasil melewati Quartararo di tikungan 8. Kini, ia akan bersiap untuk mengejar duo Marquez yang membalap di belakang Bez berkat race pace yang semakin bagus seiring berjalannya balapan.

Pada putaran ke-8, Acosta harus berhenti dari balapan akibat rantai yang terlepas dari motornya. Ini merupakan kali ketiga KTM mengalami masalah tersebut pada sepanjang akhir pekan ini. Sangat disayangkan karena Acosta disebut-sebut akan bersaing dengan Bez dan Marc.

Sebelumnya, Brad Binder juga mengalami masalah yang sama pada sesi latihan bebas Jumat lalu.

Pabrikan asal Austria tersebut akan segera menginvestigasi masalah lepas rantai tersebut setelah balapan.

Marc Ngacir Di Depan, Bez Kawal Dia Lagi

Pada putaran ke-9, Bagnaia terjatuh di tikungan 10 saat berusaha untuk mengejar di Giannanntonio. Ini merupakan kali kedua Pecco gagal finis pada musim ini. Tidak ada harapan lagi yang bisa diraih bagi pembalap 28 tahun tersebut.

Dengan kegagalan ini, Pecco sudah dinyatakan tersingkir dari perebutan gelar juara dunia MotoGP 2025.

Memasuki pertengahan putaran ke-12, Bezzecchi melakukan kesalahan di tikungan 8. Hal ini dimanfaatkan Marc untuk memimpin balapan untuk pertama kalinya. Momen ini membuat para penggemar murid VR46 itu langsung mengangkat tangan di kepalanya karena khawatir Bez akan terjatuh. Dan mereka pun hanya terdiam saja.

Satu putaran berikutnya, Enea Bastianini terjatuh di tikungan 14 dan memutuskan untuk berhenti dari balapan. Ini adalah kali pertama pembalap berjuluk 'The Beast' tersebut gagal finis di sirkuit favoritnya.

'Track Limit' Adalah Maut

Memasuki putaran ke-15, Morbidelli berhasil menyalip Quartararo di tikungan 8 untuk merebut posisi keempat. Dua putaran berikutnya, pembalap Yamaha tersebut kehilangan posisinya usai dilewati Diggia di tikungan yang sama. Ia pun mulai melorot ke belakang karena bannya habis sehingga ia berada di posisi ke-8.

Pada putaran ke-21, beberapa pembalap (termasuk Marc dan Bez) harus berkutat dengan 'track limit' dan harus ekstra hati-hati untuk menghindari penalti. Aturan tersebut semakin menyesatkan bagi kita karena sirkuit Misano dikatakan sebagai salah satu sirkuit yang paling sempit di kalender MotoGP musim ini.

Contoh salah satu bukti 'track limit' yang dianggap meresahkan adalah pada GP Emilia Romagna 2020, di mana Fabio Quartararo, yang kala itu bersama Petronas Yamaha SRT, terkena penalti 3 detik akibat melanggar 'track limit' yang berujung dengan amarah di race control.

Cetak Sejarah Baru, Marc Selangkah Lagi Menuju Gelar Ke-7

Bez berusaha sekeras mungkin untuk menyalip Marc, namun pembalap 32 tahun tersebut terlalu cepat untuk dikejar hingga bendera finis dikibarkan. Ini merupakan kemenangan ke-11 bagi Marc pada musim ini. Sebuah pembalasan yang telah dibayar dengan tuntas usai terjatuh pada sprint kemarin.

Marc juga berhasil mencetak rekor sejarah baru, yaitu poin terbanyak dalam satu musim, 512 poin. Kini, ia diambang meraih gelar juara dunia MotoGP ke-7 di seri selanjutnya, Motegi. Marc hanya membutuhkan 3 poin dari Alex untuk menyelesaikan comeback yang luar biasa setelah mengalami cedera parah pada Jerez 2020.

Bezzecchi finis kedua, diikuti Alex, Morbidelli, dan Diggia.

Kini, MotoGP hanya menyisakan seri Asia yang diikuti dengan dua seri terakhir yang akan digelar di Portugal dan Valencia. Waktu terasa berjalan semakin cepat...

No comments

Kilas Balik Marc Marquez Seputar 2025: Epic Comeback Terbaik Dalam Sejarah MotoGP

Anda pasti tahu bahwa karir Marc Marquez hampir berakhir pada musim 2020 silam. Pada saat itu, ia masih membela Repsol Honda dan sedang bera...

Powered by Blogger.