Header Ads

Menang di Barcelona, Alex Patahkan Dominasi Marc

MotoGP 2025 memasuki seri ke-15 yang sekaligus menjadi putaran ketiga yang berlangsung di Spanyol, tepatnya di Sirkuit de Barcelona-Catalunya.

Di seri ini, banyak pihak yang mengatakan bahwa rekor dominasi Marc Marquez akan segera putus karena ia menyebut bahwa sirkuit ini merupakan salah satu lintasan yang paling sulit baginya, meski ia hanya dua kali menang di sana pada 2014 dan 2019. Oleh karena itu, kemenangan akan menjadi tugas tersulit bagi pemimpin klasemen sementara tersebut.

Sementara adiknya, Alex, akan menjaga asa untuk menunda rencana pesta juara dunia kakaknya di Misano dengan kemenangan setelah terjatuh di sprint kemarin.

Lalu, bagaimana dengan Pecco, yang mengalami akhir pekan yang sulit? Ia akan berusaha untuk menyalip beberapa pembalap sebanyak mungkin dari posisi start ke-21 hingga finis setidaknya 6 besar.

Sementara itu, KTM juga akan memberi perlawanan sengit terhadap duo Marquez setelah menjalani akhir pekan yang luar biasa, khususnya setelah mencatatkan waktu lap tercepat di sesi latihan bebas Jumat lalu.

Akankah Alex berhasil membayar lunas kegagalan yang ia alami akibat gagal finis di sprint kemarin? Kita simak jalannya balapan berikut ini.

Baru Mulai, duo VR46 Tumbang dan Marquez Bersaudara Saling Bertarung

Seperti biasa, Marc langsung memimpin balapan setelah start dimulai dengan Alex mengekor di posisi kedua. Sementara Acosta berhasil naik ke urutan ketiga, melewati Quartararo yang merosot ke posisi keempat.

Luca Marini (Honda) melakukan start yang luar biasa. Ia naik dari posisi ke-10 hingga posisi lima besar.

Pada awal putaran kedua, Marco Bezzecchi (Aprilia) terjatuh di tikungan satu usai menyenggol bagian belakang motor Morbidelli. DI saat yang sama, Fabio di Giannanntonio juga terjatuh. Bez harus berhenti, sedangkan Diggia masih bisa melanjutkan balapan.

Bagnaia juga mengawali balapan ini dengan cemerlang. Ia naik dari posisi ke-21 ke 10 besar hingga akhir putaran ketiga.

Pada awal putaran keempat, Alex memanfaatkan keuntungannya di sektor terakhir yang memberikannya peluang untuk menyalip Marc di tikungan 1. Ia benar-benar tangguh di sirkuit ini. Saya yakin Alex akan segera membalas dendamnya tentang apa yang terjadi kemarin.

Pada putaran kelima, Morbidelli menjalani hukuman long-lap penalty usai terlibat insiden dengan Jorge Martin di balapan sprint kemarin. Ia harus berjuang keras untuk bangkit dari luar 15 besar.

Dua putaran berikutnya, Brad Binder harus mengakhiri balapannya lebih cepat setelah terjatuh di tikungan 7. Sayang sekali karena ia memiliki pace yang cukup bagus untuk bersaing di enam besar.

Duo KTM Mulai Dekati Duo Marquez, Namun...

Duo Marquez, Acosta, dan Bastianini mulai menjauh dari Quartararo yang bertengger di posisi kelima. Mereka saling bersaing ketat untuk mendapatkan posisi pertama. Akan tetapi, aksi saling salip menyalip tidaklah mudah karena perkembangan aero motor MotoGP yang semakin ketat. Semakin sulit peluang menyalip, semakin membosankan jalannya balapan itu.

Hal ini membuat balapan ini terasa seperti ajang balapan touring motor, bukan MotoGP. Kita ingin segera 'skip' ke musim 2027, di mana motor MotoGP mengalami pergantian mesin ke 800cc, yang meningkatkan aksi salip-menyalip dalam setiap balapan.

Pada putaran ke-9, Zarco dan Quartararo saling berebut posisi kelima. Di belakang mereka, Bagnaia berhasil menyalip Ai Ogura (Trackouse) untuk merebut posisi kedelapan. Selanjutnya, ia akan segera mengekor Marini untuk bisa bersaing dengan dua pembalap Perancis tersebut demi lima besar.

Dua putaran berikutnya, Bastianini berhasil menyalip Acosta untuk merebut posisi ketiga di tikungan 1. Saya memperkirakan bahwa ia akan segera mengatur kecepatannya di putaran-putaran berikutnya sama seperti saat masih di Ducati pada musim lalu. Bisakah pembalap berjuluk 'The Beast' itu memberikan perlawanan dengan Marquez bersaudara? Bisa jadi, tetapi peluang menangnya hanya berkisar 30%.

Pada putaran yang sama, Zarco, yang sedang bersaing dengan Quartararo di posisi kelima, terjatuh di tikungan 10 dan gagal melanjutkan balapan.

Memasuki paruh kedua balapan, Marc kembali mendekati Alex dan menjauh dari Bastianini, yang mulai keteteran di posisi ketiga. Ia berusaha untuk menyalip di berbagai tikungan lambat seperti tikungan 1, 5, dan 10, namun Alex terlalu kuat dalam pengereman.

Alex Berjaya, Marc Main Aman

Lima putaran menjelang finis, Marc mulai kehilangan kesempatan setelah sedikit melebar di tikungan 10. Kini, mau tak mau ia harus tenang dan bermain aman dengan 20 poin untuk menghindari diri dari kecelakaan dan tidak boleh mengambil risiko.

Pada putaran ke-21, Marini berhasil menyalip Quartararo di tikungan 5 dan naik ke posisi kelima. Sungguh performa yang luar biasa bagi adik Rossi tersebut.

Namun, satu putaran berikutnya, salah satu teman dekat Marini, Morbidelli, mengalami nasib naas usai terjatuh di tikungan 10 dan harus berhenti dari balapan. Ini adalah sebuah 'karma' yang harus diterima bagi pembalap 30 tahun tersebut setelah terlibat insiden senggolan dalam dua seri terakhir (salah satunya di sprint kemarin).

Sementara itu, pada putaran terakhir, Quartararo kembali ke lima besar setelah menyalip Marini di tikungan 1.

Alex memacu motornya lebih cepat hingga bendera finis dikibarkan. Ia meraih kemenangan keduanya musim ini dengan jarak 1 detik lebih dari Marc. Kemenangan ini sekaligus mematahkan dominasi Marc sejak seri Silverstone.

Bastianini finis ketiga dan meraih podium pertamanya bersama Tech 3 KTM. Acosta finis keempat, diikuti Quartararo, Ogura, Pecco, dan Marini.

Meski rekor kemenangannya terhenti, Marc masih kokoh memimpin klasemen dengan 487 poin. Dengan selisih 182 poin dari Alex, peluang juara dunia rider 32 tahun tersebut kemungkinan akan ditentukan di Motegi atau Mandalika. Yang tau-tau aja...

No comments

Kilas Balik Marc Marquez Seputar 2025: Epic Comeback Terbaik Dalam Sejarah MotoGP

Anda pasti tahu bahwa karir Marc Marquez hampir berakhir pada musim 2020 silam. Pada saat itu, ia masih membela Repsol Honda dan sedang bera...

Powered by Blogger.