Menang di Hongaria, MM93 Semakin Dekat dengan Juara Dunia Ke-9
Setelah menjalani GP Austria pekan lalu, kali ini kita memasuki seri baru yang akan berlangsung di Sirkuit Balaton Park, Hongaria. MotoGP kembali ke Hongaria untuk pertama kalinya sejak 1992.
Sebelumnya, Hongaria sempat dikabarkan menjadi tuan rumah MotoGP pada 2009 silam di sirkuit Balatonring, namun gagal karena masalah finansial. Rencana penggelaran MotoGP Hongaria kembali bergulir pada 2017 di Hungaroriing, namun justru gagal lagi karena masalah keamanan.
Tiga tahun kemudian, rencana tersebut kembali berjalan, namun lagi-lagi dibatalkan. Kali ini diakibatkan oleh pandemi COVID-19. Lima tahun berikutnya, harapan Hongaria akhirnya terwujud usai menjadi tuan rumah MotoGP 2025.
Sirkuit Balaton Park merupakan sirkuit yang menantang bagi para pembalap karena jika dilihat dari pemandangannya, layoutnya terlihat sangat sempit dan jarak sirkuit dengan pembatas terlalu dekat sehingga dinilai membahayakan seperti yang terjadi pada babak kualifikasi kemarin, di mana motor Pedro Acosta nyaris menghantam juru kamera setelah terjatuh cukup keras.
Tidak hanya itu saja, sirkuit ini juga berbahaya pada sektor pertama. Bahkan, pembalap WSBK Alvaro Bautista menyebut bahwa tikungan satu dan dua terlalu sempit sehingga rawan insiden kecelakaan seperti yang terjadi di balapan kedua WSBK Juli lalu dan sprint kemarin, di mana Fabio Quartararo menghantam motor Enea Bastianini di tikungan itu. Oleh karena itu, para pembalap harus ekstra hati-hati saat melintas di sektor pertama.
Marc Marquez akan diunggulkan di sirkuit ini setelah meraih pole dan kemenangan sprint kemarin karena didominasi oleh tikungan ke kiri.
Apakah ia berhasil melengkapi kesuksesannya akhir pekan ini, yang sekaligus menambah daftar sirkuit yang dimenangi pembalap 32 tahun tersebut? Dan siapakah rider lain yang siap memberikan perlawanan untuk mematahkan dominasi Marc?
Duo VR46 Ngegas di Awal, Marc dan Bez Saling Sikut
Jelang akhir warm up lap, Fabio di Giannanntonio mengalami masalah pada motornya dan harus memulai balapan dari pit lane dengan motor keduanya. Apes tenan... Padahal ia merupakan salah satu pembalap yang bisa memberikan perlawanan terhadap Marc Marquez.
Saat balapan dimulai, Marc langsung melejit. Namun, ia melebar di tikungan satu dan nyaris bersenggolan dengan Marco Bezzecchi sehingga ia merosot ke urutan ketiga di belakang Franco Morbidelli.
Baru berjalan setengah putaran, Bastianini terjatuh di tikungan 8. Untungnya, semua pembalap di belakangnya selamat dari tabrakan. Balapan pun berakhir lebih awal, dan hukuman LLP yang harus diterimanya akan berlanjut di Catalunya.
Memasuki putaran kedua, Alex Marquez mengalami kecelakaan di tikungan 1 saat berusaha untuk memperbaiki posisinya di barisan tengah. Ia masih bisa melanjutkan balapan, namun ia harus berjuang dari belakang. Selisih poin dari Marc kian melebar lebih jauh lagi di klasemen.
Drama kecelakaan masih berlanjut. Kali ini giliran Raul Fernandez dan Joan Mir yang terjatuh secara terpisah di tikungan 5. Keduanya tidak bisa melanjutkan balapan.
Sementara itu, pada putaran kelima, Marc berhasil menyusul Morbidelli di tikungan 8 untuk meraih posisi kedua. Kini, ia mulai mengejar Bez yang memimpin balapan dengan gap mencapai setengah detik saja.
Jack Miller (Pramac Yamaha) juga harus tersingkir dari balapan ini setelah terjatuh di tikungan satu, meski ia sempat lanjut dan terjatuh lagi menjelang akhir balapan.
Pada putaran ke-8, Marc mulai membuntuti Bezzecchi. Ia dua kali melakukan manuver overtake-nya di tikungan 1 dan 5, namun usahanya gagal dan Bez berhasil bertahan di depan.
Tiga putaran kemudian, Marc melakukan percobaan ketiganya untuk menyalip Bezzecchi di tikungan 1. Kali ini, usahanya berhasil sehingga Marc akan terus meninggalkan pembalap Aprilia tersebut karena Bez mulai kehilangan cengkeraman ban depan soft-nya.
Marc Ngacir Lagi, Balapan Boring Lagi
Saat memasuki pertengahan balapan, Marc memimpin balapan dengan jarak mencapai sekitar 1,6 detik. Sedangkan rekan setimnya, Pecco Bagnaia, harus berjuang keras untuk bangkit setelah melebar di tikungan 12 dan mendapat tekanan dari Pol Espargaro (Tech 3 KTM).
Pada putaran ke-14, Fermin Aldeguer terjatuh di tikungan satu. Ia juga harus berjuang dari belakang. Balapan ini menjadi mimpi buruk bagi Gresini, setelah Alex terjatuh di tikungan yang sama pada awal balapan.
Pada balapan kali ini, Ducati memang lagi lucu-lucunya seperti kondisi negeri kita saat ini. Kedua hal tersebut berpihak pada keadaan buruk yang selalu muncul kapan saja. Morbidelli turun ke posisi empat usai disalip Acosta pada putaran ketujuh. Pecco harus kembali berkutat di barisan tengah. Duo Gresini dan DIggia berada di posisi paling belakang.
Mereka menjalani akhir pekan yang buruk di Hongaria dengan masalah elektronik pada Ducati. Namun, masalah itu TIDAK terjadi dengan Marc Marquez yang ngacir lagi di depan. Saya khawatir jika Ducati di sisa musim ini hanya dirancang untuk pembalap 32 tahun tersebut seperti yang terjadi di musim 2019 saat ia masih membela Honda.
Jelang akhir putaran ke-15, Bez melebar di tikungan 12. Kesalahan ini dimanfaatkan Acosta untuk merebut posisi kedua dari pembalap Aprilia tersebut di tikungan 1.
Pada putaran ke-21, giliran Johann Zarco yang terjatuh di tikungan 7. Ia menjadi korban kerasnya aspal sirkuit Balaton Park. Motornya pun mengalami kerusakan. Ia berhenti dari balapan.
Jorge Martin berhasil menyalip Morbidelli di tikungan 10 di tikungan 10 untuk merebut posisi keempat. Saya yakin juara dunia bertahan tersebut akan terus bersaing demi podium dan kemenangan di seri-seri berikutnya.
Kejutan Marini, Marc Kembali Tak Tersentuh
Tiga putaran menjelang finis, Marini menjalani salah satu terbaiknya musim ini. Kini, ia bertengger di posisi keenam dan sedang berusaha untuk mengejar Morbidelli. Namun, Franky justru memotong tikungan 9 dan memberi keuntungan sehingga ia harus turun posisi.
Marc lagi dan lagi ngacir di depan hingga bendera finis dikibarkan. Ia menang dengan jarak hampir 4 detik dari Acosta, yang berada di posisi kedua. Dan ini merupakan balapan berikutnya yang kembali membosankan. Ia memang tak bisa tertandingi musim ini.
Bezzecchi menyusul finis ketiga, diikuti Martin, Marini, dan Morbidelli.
Dengan kemenangan ke-10 musim ini, Marc sebentar lagi akan segera mengunci gelar juara dunia ke-9nya di Misano, Motegi, atau Mandalika. Ia makin dingin di puncak klasemen dengan 455 poin.
Post a Comment