Header Ads

Pecah Telur! Marc Marquez Juara GP Austria

Libur musim panas telah berakhir. Kini saatnya para pembalap MotoGP kembali beraksi di seri ke-13 yang berlangsung di Sirkuit Red Bull Ring, Austria.

Bagi warga Indonesia seperti kita, balapan ini tidak hanya bertepatan pada HUT Kemerdekaan RI ke-80, tetapi juga merupakan balapan MotoGP yang ke-1000! Sebuah momen bersejarah yang ditunggu-tunggu.

Seperti biasa, Ducati paling diunggulkan karena karakteristik sirkuit Red Bull Ring terlalu cocok bagi skuad Bologna tersebut. Pecco sudah tiga kali menang beruntun, sedangkan Marc Marquez belum pernah menang di sana.

Marco Bezzecchi (Aprilia) siap memberikan perlawanan dengan motornya yang selalu lemah di sirkuit ini dalam beberapa tahun terakhir.

Apakah Marc akhirnya berhasil mengakhiri kutukan Spielberg dengan kemenangan? Atau siapakah salah satu di antara dua murid VR46 yang perkasa di sirkuit ini, Bez atau Pecco? Mari kita simak.

Bez Makin Gacor di Awal Balap, Barisan Tengah Kian Panas

Selepas start, Bezzecchi langsung ngacir di depan. Marc dan Pecco saling berebut posisi kedua sembari membuntuti bintang Aprilia tersebut. Sementara Alex Marquez berhasil menyusul Enea Bastianini untuk merebut posisi keempat.


Pada putaran kedua, Marc mencoba menyalip Pecco di tikungan 3, dan kali ini usahanya berhasil. Sementara Bastianini tercecer ke urutan ke-8 setelah melebar di tikungan 1.

Pada putaran keempat, Alex menjalani hukuman long-lap penalty (LLP) yang harus diterima usai terlibat insiden dengan Joan Mir di Brno. Ia merosot ke barisan tengah, tepatnya di posisi ke-11 di depan Jorge Martin, yang sedang berebut posisi ke-12 dengan dua rider VR46, Franco Morbidelli dan Fabio di Giannanntonio.

Pada akhir putaran ke-7, Raul Fernandez menyalip Brad Binder di tikungan terakhir untuk merebut posisi kelima. Namun, manuver tersebut justru membuat keduanya melebar dan harus kehilangan posisi mereka ke tangan Fermin Aldeguer. Binder tercecer ke urutan ke-8 di belakang Bastianini.

Dua putaran berikutnya, Alex berusaha untuk memperbaiki posisinya hingga 10 besar usai menyalip Johann Zarco di tikungan 9. Ia harap bersabar untuk bisa kembali bersaing dengan Bez dan Marc di depan. Sementara itu, Martin mencoba menyalip Diggia di tikungan 1, namun justru berujung kesalahan sehingga ia turun satu posisi di belakang Luca Marini.

Semakin Cepat Berjalannya Balapan, Pecco Semakin Menderita

Saat memasuki pertengahan balapan, Bez masih memimpin dengan jarak hampir satu detik dari Marc. Sedangkan rekan setimnya, Martin, malah mengalami nasib sial usai terjatuh di tikungan 7.

Juara dunia bertahan tersebut pun baik-baik saja, namun ia tidak bisa melanjutkan balapan. Jorge pun terlihat lesu dengan kondisi tubuhnya. Ia dibawa ke pusat medis untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Beruntung, ia tidak mengalami cedera serius.


Pada putaran ke-14, Aldeguer kehilangan waktu setelah melebar di tikungan 1. Dua putaran kemudian, Bastianini unjuk gigi berkat manajemen ban di putaran-putaran terakhir, setelah ia berhasil menyalip Fernandez secara agresif di tikungan 3. Hal ini membuat pembalap Trackhouse itu melebar dan kehilangan posisinya ke Joan Mir, yang tampil gemilang di balapan ini.

Pada putaran ke-18, Acosta berhasil menyalip Pecco hingga melebar di tikungan 9. Pemenang tiga kali GP Austria itu kembali mengalami masalah besar dan mulai keteteran untuk kembali merebut posisinya.


Satu putaran berikutnya, Marc memanfaatkan kesalahan Bez di tikungan 3 untuk menyalip dengan jalur slipstream demi memimpin balapan. Pembalap Aprilia tersebut berhasil memberikan perlawanan untuk membalas serangannya di tikungan 6. Sementara Aldeguer berhasil menyikat Acosta di tikungan 2B untuk merebut posisi podium.


Satu putaran berganti, persaingan tersebut kian seru. Marc kembali menyalip Bez di tikungan 1. Manuver ini menjadi penentu di mana Marc mulai meninggalkan para pesaingnya setelah ia ngacir di depan sesuai firasat Cal Crutchlow yang telah kita lihat berulang kali.


Pada putaran ke-21, di Giannanntonio harus keluar dari balapan usai motor GP25-nya mengeluarkan asap tebal.


Balapan ini terkadang membosankan. Ada juga yang menyebut balapan ini agak seru sedikit. Saya belum membicarakan apa pun tentang progres Yamaha di balapan ini. Ternyata skuad Iwata tersebut malah berada di urutan 4 besar dari belakang! Pace buruk, trek kurang cocok, grip rendah. Tiga ciri khas Yamaha yang membuat mereka jadi juru kunci di balapan ini.

Ini adalah balapan terburuk skuad Garpu Tala tersebut sepanjang sejarah. Miris banget melihat jalannya balapan mereka. Solusi terbaik untuk menangani skenario terburuk ini hanyalah satu: pindah ke mesin V4. Semoga Yamaha bisa bangkit seperti dulu seperti era Rossi-Lorenzo pada waktu itu.

Setelah Disikut Ducati saat Marc masih di Honda... Akhirnya kutukan Austria Berakhir!

Tiga putaran menjelang finis, Pecco kehilangan banyak pace usai dilewati Binder di tikungan 1. Bahkan, ada satu pembalap yang berhasil menyalip juara dunia dua kali tersebut! Siapakah itu?

Ia adalah Joan Mir! Saya senang melihat dia menjalani salah satu balapan terbaiknya musim ini. Kini ia berada di posisi keenam setelah menyalip Binder dan Pecco. Saya tidak bisa berkata apa-apa lagi dengan performa Pecco dalam beberapa seri terakhir. Entah apa yang terjadi dengan Pecco, terkait masalah ban atau masalah teknis. Bahkan masalah mental juga.


Marc terus melaju di putaran terakhir dan akhirnya, ia berhasil menang dan kutukan Spielberg pun akhirnya patah! Ini adalah kemenangan ke-9nya musim ini. 

Kemenangan ini begitu spesial bagi Marc, yang menjadi pemenang balapan MotoGP ke-1000. Ini juga merupakan kemenangan keenam beruntun bagi juara dunia 8 kali tersebut sejak 2014.


Aldeguer finis kedua, diikuti Bez, Acosta, dan Bastianini. Saya mengucapkan selamat kepada Joan Mir usai bertahan menuju finis di posisi enam besar sejak GP India 2023.

Dengan berakhirnya balapan bersejarah ini, Marc semakin dingin di puncak klasemen dengan 418 poin, unggul 142 poin dari Alex. Saya tak sabar trofi juara dunia 2025 diberikan kepada rider 32 tahun secepat mungkin.

Sepekan lagi, mereka akan menghadapi tantangan baru di Sirkuit Balaton Park, Hongaria. Saya tidak sabar menantikan aksinya di sana.

No comments

Kilas Balik Marc Marquez Seputar 2025: Epic Comeback Terbaik Dalam Sejarah MotoGP

Anda pasti tahu bahwa karir Marc Marquez hampir berakhir pada musim 2020 silam. Pada saat itu, ia masih membela Repsol Honda dan sedang bera...

Powered by Blogger.