Header Ads

Cetak Sejarah Baru, Marc Marquez Juara GP Ceko

Tidak terasa MotoGP 2025 sudah berjalan setengah musim saja. Apalagi, ini merupakan seri terakhir sebelum jeda musim panas agar para pembalap MotoGP dapat bersantai dan healing setelah menjalani 12 seri yang menantang.

Di seri ke-12 musim ini, kami bertolak ke Sirkuit Brno, Republik Ceko. Sirkuit ini terlihat sangat luas dan terletak di hutan, sehingga Brno menjadi salah satu sirkuit legendaris yang paling disukai para penggemar MotoGP.

Kami sangat gembira Brno kembali menjadi tuan rumah MotoGP musim ini sejak terakhir kali digelar pada 2020, di mana pandemi COVID-19 masih ganas-ganasnya. Pada saat itu, balapan dimenangi oleh Brad Binder (KTM).

Tidak hanya itu saja. Karena ini merupakan balapan pertama Jorge Martin (Aprilia) sejak ia pulih dari cedera panjang yang dideritanya sejak GP Qatar, April lalu.

Balapan Brno tahun ini menjadi salah satu balapan paling menantang, karena sirkuit ini baru saja diaspal ulang pada 2024 lalu. Tekanan ban menjadi hal yang harus diperhatikan pada balapan ini. Semua pembalap harus berhati-hati dalam mengatur ban depan dan/atau belakang agar tidak mencapai batasnya, seperti yang terjadi pada Marc Marquez di sprint kemarin (meski ia lolos penalti).

Dengan kembalinya Brno berbekal aspal baru, balapan ini bakal lebih seru. Kira-kira siapa yang bisa menghentikan dominasi Marquez? Pecco, Quartararo, atau salah satu dari duo KTM yang sempat memberi perlawanan terhadap Marc di sprint kemarin, Acosta atau Bastianini?

Awal Balapan Makin Intens, Mir Lagi-Lagi Kena 'Sleding'!

Semua pembalap langsung melaju dengan mulus usai start dilakukan. Marc berusaha untuk menyalip Pecco di tikungan 3, tetapi ia sedikit melebar dan Pecco kembali memimpin. Namun, Marc turun satu posisi usai disalip Marco Bezzecchi di tikungan 5.

Jelang akhir putaran pertama, Pecco melebar di tikungan 13. Kesalahan ini dimanfaatkan Bezzecchi untuk melewati pembalap Ducati tersebut di tikungan 1 pada awal putaran kedua. Tak lama kemudian, Marc berhasil menyalip rekan setimnya di tikungan 3.

Alex Marquez, yang harus berjuang keras untuk bangkit setelah start dari posisi ke-8, berusaha untuk menyalip Joan Mir. Namun, ia kehilangan kendali ban depan dan menabrak pembalap Honda tersebut. Keduanya saling beragumen satu sama lain setelah keluar dari balapan.

Saya pun tak bisa berkata-kata lagi. Joan Mir memang merupakan pembalap yang selalu kurang beruntung musim ini. Ini adalah ketiga kalinya secara berturut-turut di mana ia selalu 'disleding' oleh pembalap lain yang mengalami kesalahan. Padahal, ia menjalani salah satu balapan terbaiknya musim ini. Bayangkan saja jika ia tidak tertabrak oleh rider lain, ia bisa saja meraih podium.

Pada putaran ketiga, Enea Bastianini mulai mengaktifkan beast mode dengan menyalip Raul Fernandez (Trackhouse) di tikungan 10. Satu putaran berikutnya, ia berhasil menyusul Quartararo di tikungan 4 untuk merebut posisi kelima. Tak lama berselang, Raul berhasil menyalip pembalap Yamaha tersebut di tikungan 5 untuk merebut posisi ke-6.

Sementara itu, Acosta berhasil menyalip Pecco di tikungan 3 untuk merebut posisi podium terakhir. Kini, ia mulai mengejar Marc dan Bez.

Pada putaran keenam, Bastianini kembali ngegas saat ia berhasil menyalip Pecco di tikungan 9 dan naik ke posisi keempat. Ini adalah kali pertama musim ini ia gacor di Tech 3 KTM setelah ia absen di Sachsenring akibat penyakit radang paru-paru. Hal ini membuat saya teringat pada Carlos Sainz (Ferrari) di F1 Australia musim lalu. Dengan tren ini, bisakah Enea meraih kemenangan pertamanya di KTM?

Namun, kenyataannya, rencana tersebut berubah menjadi wacana, karena ia malah terjatuh di tikungan 3 saat berusaha menjauh dari kejaran Bagnaia. Hal ini benar-benar disayangkan karena ia merupakan salah satu pembalap yang dijagokan untuk meraih podium hingga kemenangan.

Marc Mulai Ngacir Di Depan, Masalah Transponder Jadi 'Jumpscare'

Pada putaran ke-8, Marc berhasil melewati Bezzecchi di tikungan 3 dan memimpin balapan untuk pertama kalinya. Manuver yang luar biasa oleh pembalap 32 tahun tersebut.

Dan setelah itu, Bezzecchi akan mengawal Marc untuk kedua kalinya dalam tiga seri terakhir. Tidak mengherankan jika dia merupakan pembalap jebolan VR46. Hingga pada putaran ke-13, ia berjuang untuk menahan serangan dari Acosta.

Pada akhir putaran ke-14, Marc mulai menjauh meninggalkan pesaingnya dengan jarak 1,5 detik dan mencetak rekor lap balapan tercepat 1:29.487 di Brno. Dia lagi-lagi membuat balapan menjadi monoton.

Satu-satunya persaingan yang berlangsung di balapan ini terjadi pada perebutan posisi ke-8 antara Jack Miller dan Brad Binder. Brad memanfaatkan pengalamannya sebagai juara edisi 2020 dengan menyalip Jack di tikungan 10 untuk merebut posisi ke-8. Pembalap Pramac Yamaha tersebut kehabisan ban, karena ia kehilangan posisinya usai disalip Aldeguer di tikungan 13.

Tiga putaran tersisa, nama Marc tiba-tiba menurun ke posisi keempat! Ada apa sebenarnya terjadi? Bahkan komentatornya sampai syok melihat tayangan tersebut saat Marc nyaman di depan!

Penurunan posisi ini terjadi diduga akibat transponder yang mengalami gangguan sehingga Marc yang seharusnya posisi pertama justru turun ke posisi keempat. Ia tidak sedikit pun melakukan kesalahan besar. Ini adalah salah satu kepanikan yang kita alami sejak menonton balapan MotoGP.

Marc Menang Terus? Cukup Berikan Trofi Juara Dunianya!

Marc lagi dan lagi tidak tersentuh di balapan kali ini hingga bendera finis dikibarkan. Ini adalah kemenangan ke-8 bagi juara dunia 8 kali tersebut musim ini.

Kemenangan ini sekaligus menjadi rekor baru bagi Marc sebagai pembalap Ducati pertama yang mencatat lima kemenangan secara beruntun. Dia merupakan pembalap yang melegenda di masa depan. Berkat kejayaan ini, Marc semakin kokoh di puncak klasemen dengan 381 poin, unggul 120 poin dari Alex.

Bezzecchi finis kedua, diikuti Acosta, Pecco, Fernandez, Quartararo, dan Martin, yang baru saja pulih dari cedera.

Dengan berakhirnya seri ini, paruh pertama MotoGP 2025 sudah selesai. Dan saatnya para pembalap untuk memulihkan diri bersama keluarga dan teman di jeda musim panas. Selamat berlibur!

No comments

Kilas Balik Marc Marquez Seputar 2025: Epic Comeback Terbaik Dalam Sejarah MotoGP

Anda pasti tahu bahwa karir Marc Marquez hampir berakhir pada musim 2020 silam. Pada saat itu, ia masih membela Repsol Honda dan sedang bera...

Powered by Blogger.