Header Ads

King of the Ring! Marc Marquez Menangi Balapan ke-200 di Sachsenring

Sepuluh balapan telah usai. Kali ini, kita menetap di sirkuit yang merupakan taman bermain Marc Marquez. Sirkuit itu disebut sirkuit Sachsenring, Jerman.

Ya, Sachsenring disebut taman bermain Marc Marquez karena karakter sirkuitnya didominasi oleh tikungan ke kiri, yang menjadi area favorit Marc. Tak bosan-bosannya saya berkata bahwa setiap sirkuit yang jenisnya berlawanan jarum jam atau anti-clockwise selalu menjadi favorit utama Marquez. Ia selalu menang di sini saat masih membalap di kelas 125cc (Moto3). Marc menang di sirkuit ini pada 2010-2021 (2020 tidak ada balapan karena Covid).

Sachsenring dikenal sebagai salah satu sirkuit yang dinilai rumit dan sempit, sehingga peluang menyalip di sini semakin sulit. Bahkan, sirkuit ini hanya memiliki tiga tikungan saja. Oleh karena itu, setiap pembalap harus waspada terhadap potensi kecelakaan di tikungan 1 dan 11 karena sisi ban depan bagian kanan semakin dingin dan hanya bagian kiri yang memanas.

Hal yang paling menarik adalah Marc dan Alex Marquez akan menjalani balapan paling spesial di taman bermain mereka, karena ini merupakan masing-masing balapan ke-200 dan ke-100nya di kelas MotoGP.

Di momen bersejarah tersebut, siapakah salah satu dari keluarga Marquez yang berhasil meraih kemenangan yang istimewa di wahana favorit mereka? Atau justru siapakah pembalap yang berhasil membuat kejutan besar di Sachsenring?

Awal Balap, Enam Pembalap Saling Rebutan Ngawal Marc

Usai start bergulir, Marc langsung ngegas di depan. Di belakangnya ada Marco Bezzecchi yang melakukan start dengan baik dari posisi ketiga dan mengawal #93 tersebut. Sementara Johann Zarco (LCR Honda) merosot ke urutan kelima di belakang Alex Marquez.

Jelang akhir putaran pertama, Fabio di Giannanntonio melewati Bezzecchi di tikungan 12. Namun, tak lama berselang, Bez merebut kembali posisinya. Sedangkan Zarco dan Pedro Acosta berada di belakang dua panutan pembalap VR46 tersebut. Mereka sedang berebut posisi keempat hingga menjelang putaran ketiga, dengan Acosta berhasil menyalip pembalap veteran 34 tahun tersebut di tikungan terakhir.

Tepat pada putaran ketiga, di Giannanntonio meninggalkan Bezzecchi, yang bersaing ketat dengan Alex, Acosta, Zarco, dan Pecco untuk berebut posisi ketiga.

Miguel Oliveira (Pramac Yamaha) menjadi korban pertama sirkuit Sachsenring usai terjatuh di tikungan 12. Pembalap Portugal tersebut performanya mulai aras-arasan dalam beberapa seri terakhir. Masa depan pria 30 tahun tersebut sedang dalam bahaya usai salah satu kursi timnya direbut oleh Toprak Razgatlioglu, yang kini sedang memimpin klasemen di WSBK 2025. Saya berharap ia mendapatkan hasil-hasil maksimal di sisa musim ini agar ia tetap bertahan di Pramac.

Satu putaran berikutnya, giliran Acosta yang merasakan dinginnya sirkuit Sachsenring. Ia terjatuh di tikungan 2 saat berada di posisi kelima. Balapannya pun berakhir sudah.

Marc Mode Apotek Tutup, Tikungan 1 Jadi Titik 'Angker' Bagi Penghuni P2

Memasuki putaran ketujuh, Marc makin menjauh meninggalkan semua pesaingnya dengan jarak mencapai 1,1 detik. Perebutan posisi kedua pun kini hanya ada Diggia, Bez, dan Alex.

Marc pun balapan sendirian seperti di Aragon, Juni lalu. Jaraknya makin jauh hingga mencapai 1,6 detik. Ia membuat jalannya balapan jadi membosankan. Formasi posisi tidak sekalipun berubah hingga putaran ke-11.

Pada putaran tersebut, ada rombongan besar pembalap yang berebut posisi ke-6. Rombongan tersebut dipimpin oleh Fabio Quartararo, disusul oleh Jack Miller, Brad Binder, Fermin Aldeguer, Luca Marini, Joan Mir, Raul Fernandez, dan Ai Ogura.

Saat melewati pertengahan balapan, tepatnya di putaran ke-18, selisih jarak Marc dan Diggia mencapai 3,3 detik. Namun, Diggia terjatuh di tikungan 1 saat ia berada di posisi kedua! Ia kehilangan kendali ban depan dan telat mengerem saat ia mencoba untuk menikung. harapan untuk podium pun pupus seketika. Akhir pekan ini menjadi mimpi buruk bagi VR46 usai Franco Morbidelli absen akibat cedera bahu usai terjatuh cukup keras pada sprint kemarin.

Sementara itu, Zarco juga harus berhenti dari balapan usai terjatuh di tikungan yang sama. Padahal, ia sedang memimpin pasukan pabrikan Jepang di balapan ini dan bersaing dengan Pecco untuk merebut posisi kelima.

Tiga putaran kemudian, kali ini Bez yang merasakan ganasnya tikungan 1! Ia terjatuh saat bersaing dengan Alex! Pembalap Aprilia tersebut juga tidak bisa melanjutkan balapan. Tampaknya posisi kedua menjadi kutukan yang mengerikan bagi kedua pria jebolan VR46 tersebut. Akibat dua kecelakaan mereka, Alex dan Pecco masing-masing naik ke posisi kedua dan ketiga.

Pada putaran ke-22, Ai Ogura menjadi korban tikungan 1 berikutnya. Ia kehilangan kendali ban depan, lalu ia menabrak Mir yang ada di dekatnya. Mir ini benar-benar pembalap yang paling kurang beruntung musim ini. Ia selalu terlibat dalam insiden jika ada pembalap yang berada di depan dan/atau belakang yang terjatuh. Sejauh ini, Joan merupakan pembalap yang paling sering mencium aspal pada musim ini.

Tikungan 1 dikenal menjadi salah satu titik yang paling angker di Sachsenring, karena pembalap hanya mengonsumsi grip ban depan sebelah kiri saja. Semua ini terkait pada karakter sirkuitnya yang terlalu banyak mendominasi tikungan kiri. Akibatnya, suhu ban depan kanan menjadi lebih dingin sehingga banyak pembalap terjatuh di salah satu dari ketiga tikungan ke kanan, khususnya di tikungan 11 (Waterfall).

Kemenangan Marc yang Berbuah Aura Farming

Kini, hanya 10 pembalap yang masih membalap. Satu-satunya persaingan yang lebih seru hanya terjadi pada perebutan posisi keenam. Mereka adalah Marini, Miller, dan Binder. Saat balapan tersisa tiga putaran, Luca berhasil menyalip Jack di tikungan 1. Lalu, Brad menggeser pembalap Australia tersebut dan naik ke posisi ke-7.

Pada putaran terakhir, selisih gap antar Marquez bersaudara mencapai 7,3 detik hingga bendera finis dikibarkan. Marc melakukan selebrasi pacu jalur alias 'Aura Farming' yang viral di media sosial. Sebelumnya, selebrasi pacu jalur ini sudah dilakukan oleh Toprak (WSBK), Stefano Manzi (WSSP). dan Deniz Oncu (Moto2). Ini adalah kemenangan ketujuh sejauh musim ini.

Kemenangan yang begitu spesial di balapan ke-200 tersebut membuat Marc berhasil menyamai rekor Giacomo Agostini, di mana Marc dan Agostini berhasil memenangi balapan di sirkuit yang sama.

Kemenangan ini juga berhasil mematahkan rekor Agostini juga! Kini, Marc menjadi pembalap tersukses kedua di MotoGP dengan jumlah 69 kemenangan. Ia membutuhkan 20 kemenangan lagi untuk menyamai rekor sang legenda dan musuh sejatinya, Valentino Rossi (89).

Alex kembali menjadikan Sachsenring sebagai taman bermain Marquez bersaudara. Ia finis kedua diikuti Pecco, Quartararo, dan Aldeguer. Hanya ada 10 pembalap yang berhasil finis. Ini adalah jumlah pembalap finis yang paling sedikit sejak GP Australia 2011.

Dengan kejayaan ini, Marc makin mantap memimpin klasemen dengan 344 poin, unggul 83 poin dari Alex.

No comments

Kilas Balik Marc Marquez Seputar 2025: Epic Comeback Terbaik Dalam Sejarah MotoGP

Anda pasti tahu bahwa karir Marc Marquez hampir berakhir pada musim 2020 silam. Pada saat itu, ia masih membela Repsol Honda dan sedang bera...

Powered by Blogger.