Menangi Persaingan Sengit dengan Pecco dan Martin, Bezzecchi Menang di Kandang
MotoGP 2026 kini memasuki seri ke-7 yang terletak di Sirkuit Mugello, Italia. Ini merupakan salah satu seri yang bikin para penggemar tidak sabar menunggu aksi salip menyalip yang seringkali terjadi di sirkuit ini.
Mugello juga dikenal sebagai salah satu sirkuit andalan pabrikan Ducati, karena selalu menang sejak 2017 (kecuali 2021). Tak hanya itu saja, skuad pabrikan utamanya, Ducati Lenovo menggunakan livery spesial HUT pabrikan asal Bologna tersebut ke-100.
Kalau seri sebelumnya Marc Marquez absen akibat cedera, kali ini giliran adiknya, Alex, yang harus menepi. Itu terjadi akibat cedera yang dialaminya usai kecelakaan mengerikan di seri Catalunya lalu.
Namun, situasinya sekarang agak berbeda, karena pabrikan Italia yang perkasa musim ini bukan lagi Ducati, melainkan Aprilia. Itu karena skuad asal Noale tersebut berhasil menguasai barisan terdepan pertamanya sepanjang sejarah dengan Marco Bezzecchi mencetak pole, diikuti Raul Fernandez kedua, dan Jorge Martin ketiga. Selain itu, Jorge Martin berhasil memecahkan rekor top speed yang dipegang oleh Brad Binder pada 2023 lalu (366 km/jam), yakni 368,1 km/jam pada sesi latihan bebas kedua (FP2) kemarin.
Saking ganasnya Aprilia sejauh musim ini, Fernandez berhasil merengkuh kemenangan sprint perdananya kemarin. Nah, untuk hari ini, saya yakin balapan ini bisa jadi Aprilia Cup. Kira-kira, siapakah salah satu dari pembalap Aprilia yang akan menang dari baris terdepan, Bez, Raul, atau Martin?
Atau apakah Marc bisa menciptakan kejutan besar di Mugello dengan kemenangan pertama musim ini usai comeback dari cedera kaki kanan? Mari kita simak jalannya balapan berikut ini.
Bez vs Pecco di Awal Balap
Pada saat balapan dimulai, Martin langsung melejit ke depan. Namun, ia justru mendorong Fernandez keluar lintasan di tikungan 1 sehingga Raul merosot ke urutan 17.
Namun, tak lama berselang, Bezzecchi langsung mendapatkan kembali posisi puncaknya dari Martin di tikungan 4. Dua putaran berikutnya, ia mendapat serangan dari sahabatnya, Pecco Bagnaia. Pecco pun mengambil alih pimpinan balapan di tikungan 1. Persaingan antar murid VR46 itu kian memanas. Valentino Rossi, yang merupakan juara GP Italia 2002-2008, mulai merasakan sengitnya perebutan pimpinan balapan antar kedua anak asuhnya.
Memasuki putaran ke-7, Bezzecchi, Martin, dan Pecco mulai meninggalkan para pembalap lain dengan jarak mencapai 1,6 detik. Rekan satu tim Pecco, sedang bersaing dengan Pedro Acosta dan Fermin Aldeguer untuk memperebutkan posisi ke-4. Pada putaran itu, rombongan kedua tersebut saling salip-menyalip satu sama lain hingga putaran ke-8, dengan Marc menyalip balik Aldguer dan Acosta di tikungan San Donato.
Pertarungan Duo Murid VR46 Kian Panas, Ducati Merah Makin Menderita
Pada putaran ke-10, Pecco masih menjaga jarak dengan Bezzecchi. Sementara itu, pembalap Yamaba, Alex Rins, harus mengakhiri balapannya usai terjatuh di tikungan 1. Dua putaran kemudian, giliran Enea Bastianini yang harus menepi dari lintasan usai terjatuh. Sebelumnya, ia sudah terjatuh saat bersaing dengan Acosta pada sprint kemarin.
Memasuki putaran ke-14, Pecco mulai kehabisan cengkeraman ban depan, sehingga ia harus merelakan posisi puncaknya kepada Bezzecchi. Sedangkan rekan setimnya, Marc, mengalami masalah serupa, karena harus kehilangan posisi keempatnya kepada Acosta. Meski begitu, ia masih berani untuk menyalip balik bintang KTM itu.
Dua putaran kemudian, Martin membuktikan bahwa Aprilia adalah motor tercepat di lintasan lurus berkat rekor top speed yang diraihnya pada Sabtu kemarin. Ia memanfaatkan momentum tersebut dengan menyusul Pecco untuk merebut posisi kedua.
Ceria Aprilia dan Derita Ducati di Mugello
Saat balapan menyisakan enam putaran, Bezzecchi mulai menjauh meninggalkan Martin dengan jarak mencapai 2 detik lebih. Sementara itu, di kubu tengah, Marc mulai merasa kelelahan fisik pada kaki kanannya, sehingga ia merosot ke posisi ketujuh usai dilewati Ai Ogura dan Fabio di Giannanntonio. Ogura sendiri mulai menunjukkan kecepatannya di putaran-putaran akhir.
Memasuki putaran ke-20, Ogura berhasil menyalip Acosta di tikungan 1. Pedro mencoba menyalipnya kembali, bahkan keduanya saling bersenggolan. Pedro bahkan kehilangan posisi kelimanya usai disalip Diggia di tikungan terakhir. Beberapa saat kemudian, Pedro pun harus merelakan kesempatan itu.
Dua putaran tersisa, Fernandez berhasil memperbaiki posisinya dan naik ke P8 usai menyalip Aldeguer di tikungan 12. Andai kata tidak melebar di awal balap, ia bisa saja bertarung di posisi podium, atau bahkan mengulangi kemenangan sprint yang diraihnya kemarin.
Di depan Bezzecchi terus melaju hingga bendera finis dikibarkan. Ini merupakan kemenangan pertamanya di kandang, sekaligus yang keempat musim ini. Martin menyusul finis kedua.
Sementara itu, Pecco berhasil bertahan dari kejaran Ogura untuk finis di posisi ketiga. Ai nyaris saja menyapu bersih podium bagi Aprilia di kandang. Sungguh penampilan yang bagus bagi juara dunia MotoGP 2022 dan 2023 tersebut. Ia layak jadi Man of The Race di balapan ini.
Kemenangan ini membuat Bezz makin mantap di klasemen dengan 173 poin, unggul 17 angka dari Martin. Diggia menguntit di urutan ketiga dengan 134 poin.
Para pembalap MotoGP akan kembali beraksi di seri ke-8 yang digelar di Sirkuit Balaton Park, Hongaria, pekan depan.
Post a Comment