Martin Juara GP Perancis, Aprilia Sapu Persih Podium
Persaingan MotoGP 2026 akan kembali bergulir pada seri ke-5 yang berlangsung di Sirkuit Le Mans, Perancis. Saya rasa sirkuit ini tampak ikonik karena sering menyajikan balapan yang seru setiap tahunnya. Tak hanya itu saja, sirkuit ini juga sering menggelar balapan 24 Hours of Le Mans.
Akhir pekan ini banyak sekali pembalap yang menikmati karakteristik sirkuit ini. Jorge Martin misalnya. Itu karena ia sudah tiga kali menang sprint dalam empat tahun terakhir.
Namun, ada kabar buruk di balik sejarah itu. Juara dunia bertahan, Marc Marquez, harus absen dari balapan karena mengalami cedera patah kaki kanan usai kecelakaan pada sprint kemarin. Kondisi fisik Marc pun kembali memudar usai baru 100% pulih di Jerez. Tak ada yang menyangka bahwa Marc kembali ke masa-masa sulit dalam hal kondisi fisiknya sejak era gelapnya bersama Honda pada 2020-2023 silam.
Cedera ini bikin peluang pertahanan gelar juara dunia Marc terancam pupus. Saya sudah berkata beberapa kali bahwa orang yang bisa mengalahkan Marc adalah dia itu sendiri. Semoga saja kondisinya lekas pulih pada satu hingga dua bulan ke depan.
Sedangkan rekan setimnya, Pecco Bagnaia, start dari pole sejak GP Malaysia tahun lalu, diikuti Marco Bezzecchi dan Fabio di GIannanntonio, yang berada di posisi kedua dan ketiga, sehingga baris terdepan dikuasai oleh pembalap jebolan VR46.
Dari ketiga pembalap tersebut, pembalap unggulan Rossi manakah yang berhasil meraih kemenangan: Pecco, Bez, atau Diggia? Atau adakah pembalap-pembalap lain yang mampu memberikan kejutan pada balapan ini? Mari kita simak.
Bez Melesat, Fabio Ngegas, Pecco Melorot
Saat balapan dimulai, Bezzecchi langsung ngacir ke depan diikuti oleh Acosta. Sementara itu, Pecco dan Diggia melakukan start dengan kurang baik dan merosot ke urutan ke-5 dan ke-4.
Bahkan, Fabio Quartararo berhasil melakukan start yang luar biasa! Pembalap tuan rumah itu pun berhasil naik ke posisi ketiga dari posisi keenam. Para penggemar pun bersorak gembira terhadap juara dunia MotoGP 2021 tersebut. Bahkan, sorakan pun semakin keras usai Fabio berhasil melewati Pedro Acosta di tikungan 6 dan naik ke posisi kedua.
Pada putaran kedua, Pecco memperbaiki posisinya dengan cara menyalip Diggia dan naik ke urutan keempat.
Tak lama kemudian, Alex Marquez terjatuh di chicane pertama saat mengejar Jorge Martin untuk merebut posisi ketujuh. Ia berhenti dari balapan, yang sekaligus menjadi akhir pekan terburuk bagi Marquez bersaudara di Le Mans.
Jelang akhir putaran yang sama, Acosta membalas dengan menyalip balik Quartararo di tikungan Bleu. Ia naik ke posisi kedua dan berusaha untuk mengejar Bezzecchi yang hampir menjauh. Tiga putaran berikutnya, Fabio terdampar dari tiga besar usai disikat Pecco di tikungan yang sama.
Memasuki putaran ketujuh, Pecco makin gacor dan berhasil menyalip Acosta di chicane pertama untuk merebut posisi kedua. Bisakah Pecco mengejar Bezzecchi untuk berebut pimpinan balapan?
Sementara itu, Quartararo mulai keteteran dan kehilangan dua posisi usai dilewati Diggia dan Martin. Ia merosot ke urutan kelima.
Ducati Ambyar Lagi, Aprilia Akan Cetak Sejarah Baru?
Pada putaran-putaran berikutnya, Quartararo mulai kehabisan cengkeraman ban belakang dan kehilangan posisi hingga tercecer ke urutan ketujuh. Hal terpenting yang ia lakukan adalah bisa finis balapan dengan livery spesial pada motornya.
Memasuki pertengahan balapan, Pecco harus menerima tekanan dari Acosta untuk bertahan di posisi kedua. Namun, takdir malah berkata lain. Pecco tiba-tiba terjatuh di chicane pertama dan kembali gagal finis.
Akhir pekan ini jadi mimpi buruk bagi Ducati Lenovo, sekaligus seluruh pabrikan Ducati. Bahkan, skuad asuhan Gigi Dalligna itu memperpanjang rekor puasa podium menjadi 10 balapan. Tampaknya tim merah tahun ini tidak hanya ambyar di F1 saja, tetapi di MotoGP juga. Sampai kapan mereka terus gagal seperti ini? Mungkin saya rasa itu bisa jadi faktor Marquez. Jangan-jangan Ducati merah bisa jadi seperti Honda 2020-2022 ini.
10 balapan tersisa, Jorge Martin kembali mewujudkan satu-dua berikutnya bagi Aprilia setelah menyusul Acosta untuk merebut posisi kedua di chicane pertama.
Pada putaran ke-21, Ai Ogura makin ngegas hingga akhirnya berhasil menyalip Diggia untuk merebut posisi keempat. Lima putaran berikutnya, bintang Jepang itu mewujudkan 1-2-3 Aprilia setelah berhasil menyalip Acosta di chicane pertama.
Kebangkitan 'Martinator'
Tiga putaran tersisa, Martin mulai menempel Bezzecchi, hingga akhirnya Bez berhasil dilewati di chicane pertama. Posisi tiga besar tak berubah hingga balapan berakhir.
Setelah menderita nasib-nasib apes yang terjadi pada musim lalu akibat cedera, Martin akhirnya berhasil kembali ke jalur kemenangan usai menang di Le Mans! Ini merupakan kemenangan pertamanya yang ia raih sejak Mandalika 2024.
Bezzecchi dan Ogura finis kedua dan ketiga. Hasil ini sekaligus mencetak sejarah baru bagi Aprilia dengan pencapaian baru: sapu bersih podium di kelas MotoGP. Ini adalah momen yang paling tak terlupakan oleh skuad asuhan Massimo Rivola tersebut.
Diggia, Acosta, dan Quartararo menyusul di posisi keempat, kelima, dan keenam. Bagi Quartararo, ini merupakan finis terbaik Yamaha musim ini sejak beralih ke V4. Ia juga berhasil finis untuk pertama kalinya dengan livery spesialnya.
Berkat kemenangan ini, Martin hanya terpaut satu angka dari Bezzecchi. Jangan berharap banyak pada Marc Marquez, karena meski ia pulih pada 1-2 bulan, ia sudah unggul setidaknya 50-60 poin dari duo Aprilia tersebut.
Para pembalap akan beraksi di Sirkuit Catalunya, yang akan digelar pada satu pekan mendatang.
Post a Comment