Menang di Jerez, Alex Patahkan Dominasi Bezzecchi
Setelah hampir satu bulan lebih, akhirnya kita bisa menonton aksi para pembalap MotoGP 2026 ini. Nah, kali ini, kita akhirnya bisa kembali ke seri Eropa pada seri keempat musim ini, tepatnya di Sirkuit Jerez, Spanyol.
Sebelum kita membahas balapan, saya akan merenungkan betapa serunya balapan sprint kemarin. Pada saat itu, balapan berlangsung dalam kondisi cuaca yang agak labil. Chaos pun mulai terjadi saat hujan deras mulai turun secara tiba-tiba, sehingga banyak pembalap berjatuhan seperti Alex dan Marc Marquez serta Marco Bezzecchi.
Uniknya, Marc langsung masuk pit dan ganti ke ban basah. Tak lama berselang, ia langsung memimpin sprint usai menyusul Pecco Bagnaia di tikungan 9 hingga bendera finis berkibar. Ia memang seorang 'King' yang kita kenal. Ini jadi sprint ter-chaos yang pernah saya lihat sejak diperkenalkan pada 2023.
Kembali ke balapan, Marc akan memulai balapan dari pole, sedangkan Alex akan start dari posisi kelima.
Adapun bintang Aprilia, Marco Bezzecchi, akan start dari posisi keempat dan bertekad untuk melanjutkan rentetan kemenangannya musim ini, yakni kemenangan ketujuh beruntun. Namun, masalahnya, Aprilia belum pernah menang di Jerez.
Dengan ini, siapakah pembalap yang bisa memutus rangkaian dominasi Bezzecchi sejauh musim ini? Mari kita simak.
Awal Balapan, Marc Malah Tumbang Duluan!
Saat balapan dimulai, Marc langsung melejit ke depan, diikuti Bezzecchi. Sementara itu, Alex berhasil menyodok ke urutan ketiga di belakangnya. Tak lama berselang, ia bahkan juga berhasil melewati Bez di tikungan 9.
Pada pertengahan lap kedua, Alex pun berhasil mengambil alih pimpinan balapan dari kakaknya, Marc, di tikungan Pedrosa. Namun, tak lama berselang, Marc tiba-tiba kehilangan kendali ban depan dan terjatuh di tikungan 11 yang amat cepat! Motornya pun rusak parah dan ia tak bisa melanjutkan balapan. Ini jadi kedua kalinya secara beruntun dimana juara dunia bertahan itu terjatuh di Jerez. Saya tak bisa membayangkan dan tak menyangka jika ia terjatuh dengan kecepatan tinggi. Semoga saja ia lolos dari cedera.
Dua putaran kemudian, Fabio di Giannanntonio mulai menggebrak setelah sempat tercecer ke urutan lima, usai melewati Jorge Martin di tikungan Pedrosa. Kini, ia naik ke posisi ketiga dan berusaha untuk mengejar Bezzecchi demi mewujudkan satu-dua pertama Ducati musim ini.
Adapun di lini tengah, Enea Bastianini (KTM Tech 3) menyusul Acosta di tikungan Lorenzo untuk merebut posisi enam besar. Beberapa saat kemudian, Pedro pun berhasil merebut posisinya kembali. Satu putaran kemudian, pria berjuluk 'The Beast' itu kehilangan satu posisi usai disusul Raul Fernandez di tikungan 8.
Pada akhir lap ke-7, Pecco Bagnaia jadi harapan Ducati usai Marc out. Juara Dunia MotoGP 2022 dan 2023 itu berhasil melewati Acosta di tikungan Lorenzo dan naik ke P9. Bisakah Pecco membalikkan keadaan Ducati untuk finis 6 besar atau bahkan podium?
Alex Menyala, Ducati Makin Merana
Alex Marquez mulai meninggalkan para pesaingnya dengan jarak hingga mencapai 1,8 detik. Namun, saat memasuki pertengahan balapan pada putaran ke-13, mimpi buruk kembali menimpa skuad Ducati Lenovo. Pecco tiba-tiba melambat usai mengalami masalah pada motor GP26-nya.
Saya mulai curiga jika Ducati GP26 hanya cocok untuk tim Gresini dan VR46. Hal ini diduga karena pabrikan asal Bologna itu makin jauh di Konsesi A. Pantas saja pengembangan motornya terlalu fokus pada kedua tim satelit tersebut.
Yang lebih parahnya lagi, Ducati Lenovo menjalani puasa podium terlama mereka (9 balapan). Mereka terakhir kali paceklik podium sejak Aragon 2012 - Qatar 2014 (yang merupakan rekor puasa podium terlama sebanyak 24 balapan), dimana motor mereka masih susah belok pada saat itu. Hal ini karena faktor cedera Marc, bukan?
Pada putaran ke-14, Ai Ogura dan Enea Bastianini saling sikut sama lain, sebelum juara Moto2 2024 itu berhasil mengamankan posisi ketujuhnya tepat satu putaran berikutnya.
Saat balapan menyisakan empat putaran saja, Raul Fernandez meningkatkan kecepatannya hingga berhasil melewati Johann Zarco di tikungan 9 dan berhak naik ke posisi 5 besar. Dua putaran berikutnya, Zarco kehilangan cengkeraman ban depan dan kehilangan satu posisi usai disusul Ogura di tikungan 8.
Dua Tahun Beruntun, Alex Menang di Jerez
Alex membalap dengan santai di depan. Jelang finis, ia bahkan melambaikan tangan kepada penggemar di tikungan 9-10. Pembalap yang kini berusia 30 tahun itu berhasil meraih kemenangan pertamanya musim ini, yang sekaligus merupakan kemenangan kedua berturut-turut di Jerez.
Tak hanya itu saja, Alex jadi pembalap non-Aprilia pertama yang berhasil mematahkan dominasi Bezzecchi dan Aprilia, yang harus puas finis di posisi kedua. Walaupun demikian, ia masih memimpin klasemen dengan 101 poin, unggul 11 angka dari Martin.
Di Giannanntonio finis ketiga, diikuti Martin, Ogura, dan Fernandez.
Alex pun puas bisa bersenang-senang lagi usai menang di balapan kandang pertamanya. Tampaknya seri berikutnya akan menarik. Saya terkesan dengan persaingan yang akan menanti Marc, Alex, Bezzecchi, Martin, dan Diggia dalam dua pekan mendatang.
Post a Comment