Header Ads

'Simply the Bez' Rajai Seri Perdana MotoGP 2026, Marquez Pecah Ban!

Setelah menghadapi lucunya kehidupan 'negeri Konoha' selama sekitar tiga bulan, MotoGP 2026 pun akhirnya resmi dimulai pada 1 Maret 2026 di Sirkuit Buriram, Thailand.

Sebelum balapan dimulai, para pembalap menggelar aksi parade mobil tuk-tuk khas Thailand untuk menyapa para penggemar. Kendaraan klasik ini juga dipakai untuk keliling sirkuit, sama halnya dengan F1.

Pemilihan kompon ban menjadi penting, karena suhu udara Buriram sangat panas hingga mencapai 35 derajat celsius. Marc Marquez dan Marco Bezzecchi mengawali balapan dengan ban depan lunak dan ban belakang medium. Pilihan yang dianggap berisiko karena baik Marc maupun Bez bisa kehilangan cengkeraman ban depan dan berpotensi terjatuh.

Pedro Acosta bertekad ingin mengulangi kemenangan sprint di balapan utama usai Marquez terkena penalti akibat gaya balapnya yang terlalu agresif. Marc sendiri juga ingin membalas kesalahannya dengan kemenangan.

Marco Bezzecchi ingin membayar kesalahan dengan kemenangan usai terjatuh saat sprint kemarin. Ia menjalani akhir pekan yang sempurna dengan mencatatkan waktu tercepat di hampir semua sesi, meski sempat terjatuh tiga kali.

Apakah Bez berhasil membalas kekecewaan dengan juara? Dan apakah Marc dan Acosta memberikan perlawanan terhadp pria 27 tahun itu? Mari kita simak selengkapnya.

Awal Balap, Bezzecchi Langsung Tancap Gas

Saat balapan dimulai di Buriram, Marco Bezzecchi yang start dari pole, langsung melejit ke depan diikuti Marc, Raul Fernandez, Jorge Martin, dan Fabio di Giannanntonio.

Sumber: SPOTV ASIA

Pada putaran kedua, Fernandez langsung berhasil menyalip Marquez di tikungan 7. Aprilia kini berada di urutan satu-dua. Marc membalap dengan hati-hati, mengingat kondisi fisik yang masih belum pulih 100% akibat cedera bahu kanan yang dialaminya saat GP Indonesia musim lalu usai bersenggolan dengan Bezzecchi pada putaran pertama.

Jelang akhir putaran ketiga, Pedro Acosta menyusul Diggia di tikungan terakhir untuk merebut posisi kelima. Tak lama kemudian, Jorge Martin berhasil melewati Marquez di tikungan 3. Saat balapan akan memasuki putaran kelima, Marc kehilangan posisinya usai disalip Acosta di tikungan terakhir.

Dengan berjalannya Martin di posisi ketiga, hal ini sekaligus menjadikan Aprilia berada di tiga besar. Kita belum pernah melihat gacornya pabrikan Noale itu sejak tes Buriram, Februari lalu.

Pada putaran ke-9, Martin dan Acosta saling berebut posisi, hingga akhirnya Martin harus menyerahkan posisi ketiga kepada pria berjuluk 'The Shark' itu di tikungan 3, sebelum Marc berhasil melewatinya pada putaran ke-10.

Sumber: SPOTV ASIA

Sang Hiu Saling Serang, Ban Marquez Alami Bocor!

Pada putaran ke-11, Acosta kembali melewati Marc di tikungan satu. Marc vs Acosta merupakan persaingan yang telah kita nantikan pada tahun ini, setelah sempat tersaji pada sprint kemarin.

Di papan tengah, Brad Binder bersaing dengan Ai Ogura untuk merebut posisi 10 besar. Sementara itu, Joan Mir bersaing ketat dengan di Giannanntonio untuk merebut posisi keenam pada putaran ke-20.

Saat balapan menyisakan enam putaran, Marc Marquez mengalami pecah ban belakang di tikungan empat! Insiden ini mirip dengan kejadian seperti rekan setimnya, Pecco pada GP Malaysia musim lalu. Ini adalah momen yang paling memalukan, meski termasuk kesalahannya sendiri usai menginjak kerb terlalu agresif saat melebar di tikungan empat. Saya benar-benar tak menduga bahwa ia mengalami ban bocor seperti itu.

Sumber: SPOTV ASIA

Mimpi buruk keluarga Marquez terus berlanjut, usai Alex terjatuh di tikungan enam dan tak bisa melanjutkan balapan.

Empat Rider Aprilia di Lima Besar, 'Aprilia Cup' Kian Nyata?

Saat balapan menyisakan empat putaran, Acosta berhasil menyalip Fernandez dan mencegah pesta satu-dua untuk Aprilia di tikungan tiga. Sementara itu, Joan Mir tiba-tiba melambat akibat masalah pada motor dan berhenti dari balapan. Sayang sekali karena ia berada dalam posisi yang bagus.

Pada putaran ke-24 dari total 26 putaran, Ogura menegaskan dominasi Aprilia di Buriram usai menyalip Diggia di tikungan empat. Statistik ini menunjukkan bahwa balapan ini akan bertajuk 'Aprilia Cup', bukan lagi 'Ducati Cup'.

Di depan, Bezzecchi tak terbendung, mengaktifkan mode 'apotek tutup', dan melaju jauh hingga bendera finis berkibar. Ia menang dengan selisih 5,5 detik dari para pesaingnya. Acosta finis kedua, diikuti Fernandez, Martin, Ogura, dan Diggia.

Sumber: SPOTV ASIA

Bezzecchi menjadi pembalap Aprilia pertama yang berhasil mencetak hat-trick di era modern MotoGP.

Sementara bagi Ducati, ini merupakan kali pertama pabrikan Bologna tersebut gagal finis podium sejak GP Inggris 2021. Sebuah kejutan yang telah tercipta pada awal musim ini.

Dengan berakhirnya GP Thailand, Acosta memimpin klasemen sementara MotoGP 2026 dengan 32 poin, unggul 7 angka atas Bezzecchi.

Persaingan MotoGP 2026 akan berlanjut di GP Brasil, tiga pekan mendatang.

No comments

Apotek Tutup: Bezzecchi Juara GP Brasil

Setelah 22 tahun, MotoGP akhirnya kembali ke Brasil sebagai seri kedua MotoGP 2026 yang berlokasi di SIrkuit Internasional Ayrton Senna, Goi...

Powered by Blogger.